Page tree

Bagikan:  


Yuk kita pelajari cara memberi feedback dan mengatasinya lebih baik!

Dalam dunia profesional kita pasti bekerja dalam sebuah tim dimana kita sering berinteraksi dan saling memberikan feedback. Namun dalam kenyataannya, memberi atau menerima feedback bukan hal yang semudah kita kira. Dalam sesi DNA Power UP kali ini, kami belajar dari Donny Manik (Product Owner, Home Credit Indonesia) dan M. Riza Abdillah (VP. Product Payment Platform, DOKU) tentang bagaimana mereka memberikan/menerima feedback, baik dari rekan kerja maupun dari atasan, dan tips-tips yang bisa kita ikuti.

Menurut, Donny dan Riza, arti dari feedback adalah:

Donny: Feedback itu sangat penting dalam hal apa pun baik dalam pekerjaan atau kehidupan. Yang saya dapat adalah improvement. Improvement dalam kinerja, hasil yang kita capai, ataupun dalam tugas. Memiliki feedback itu sangat penting terutama untuk saya yang seorang product owner agar mengetahui jika hal yang sudah kita lakukan membawa hasil positif atau sebaliknya. Jika hasilnya positif, kita perlu tahu caranya agar bisa improve untuk lebih positif lagi.

Riza: Bagi saya, feedback itu adalah reaksi terhadap situasi tertentu. Jika kita melihatnya secara personal itu bisa menjadi 2 arah yaitu; memberi feedback dan menerima feedback. Dan keduanya sangat menantang, bahkan mungkin buat beberapa orang feedback itu menakutkan.

Terkadang kita merasa sensitif atau sakit hati ketika menerima feedback. Bagaimana caranya kita mengatasi itu?

Riza: Saya percaya sudah hukum alam bahwa kita akan menerima feedback. Jadi kita harus terima dulu bahwa akan ada momen itu.

Supaya nggak sakit hati, yakini bahwa feedback pasti ada manfaatnya. Biarpun negatif, jangan langsung di-reject, terima dulu saja. Kita analisa feedbacknya dan coba berempati kenapa orang ini memberikan feedback. Kita coba pelajari dan ketika kita sudah menerima bahwa itu valid maka kita perlu memperbaiki diri kita. Yang terpenting adalah ketika ada orang yang memberikan feedback, percayalah orang tersebut melakukannya karena dia peduli sama kita

Donny: Bersikap profesional saja, dan nggak dimasukkan ke hati. Feedback itu kita jadikan sebagai pecut agar kita jauh lebih bagus lagi. Jadi sama sekali jangan menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang bersifat personal.

Dan tentunya, feedback bisa memberikan dampak yang positif karena bisa lebih memotivasi kita. Ketika menerima feedback, baik positif maupun negative, kita jadikan itu sebagai bahan bakar untuk memotivasi dalam melakukan sesuatu.

Bagaimana? Apakah kamu jadi lebih siap menerima dan memberi feedback?

Bagi kamu yang belom berkesempatan bergabung di sesinya, kamu bisa melihat rekamannya di sini.

Sampai jumpa di sesi DNA Power-UP berikutnya!