Page tree

Bagikan:  

Apa rencana kita ke depan? Simak pendapat dari Jiri Smejc, Pimpinan Dewan Direksi Home Credit B.V.

Didirikan 20 tahun yang lalu di Republik Ceko, Home Credit telah mengalami transformasi dari perusahaan pembiayaan non-perbankan kecil (tahun 1997) hingga menjadi penyedia point-of-sale (POS) terkemuka untuk barang-barang elektronik Rusia dan beberapa negara di Asia. Home Credit saat ini melayani 23,5 juta pelanggan di seluruh dunia. Home Credit merupakan anak perusahaan dari PPF Group yang diketuai oleh pebisnis Ceko Petr Kelner, dan pertama kali memperluas bisnis ke Slovakia, dilanjutkan dengan Rusia pada tahun 2002. Jiri Smejc, selaku Pimpinan Dewan Direksi dan Chief Executive dari Home Credit, mengambil saham di PPF pada tahun 2005 (yang sejak itu ia miliki telah dijual) kemudian bergabung untuk menjalankan operasi Home Credit di Rusia.

“Kami berasal dari negara Republik Ceko yang kecil dengan 10 juta penduduk. Oleh karenanya saat kami melakukan ekspansi ke Rusia, yang mempunyai jumlah penduduk hingga 135 juta orang, kami terkejut dengan kesempatan yang ada. Terutama untuk menjual produk masal, kami akan menbutuhkan jumlah populasi yang besar.” ujar Jiri Smejc. “Saat ini Home Credit memiliki jaringan point-of-sale paling besar di Rusia. Kurang lebih kami ada di mana saja saat pelanggan berbelanja. Tapi saat ini kami fokus untuk memperbesar posisi dengan mengembangkan beberapa proyek baru.”

Dari Kreditor ke Klien
Strategi Home Credit jelas. Kekuatannya terletak pada bisnis point-of-sales. Di Rusia sendiri, terdapat 90.000 point-of-sales, yang berarti bahwa interaksi pelanggan secara alami dimulai dari POS. Namun secara bisnis, hubungan dengan pelanggan tidak hanya sampai di situ. 

Sebagian besar pelanggan Home Credit adalah masyarakat dengan ekonomi menengah dan tidak dapat mengajukan pinjaman ke bank. Akibatnya, bank berada di posisi tidak wajar sebagai penyedia pinjaman yang terdaftar, tanpa perlu agunan atau riwayat kredit untuk menawarkan pinjaman. “Pinjaman pertama pelanggan biasanya diperuntukkan bagi pembelian barang-barang elektronik. Namun tujuan utama kami yaitu menjalin hubungan jangka panjang bersama mereka, bahkan setelah durasi pinjaman pertama mereka berakhir,” tutur Jiri Smejc. “Jadi, saat pelanggan telah melunasi cicilannya dan kami telah menilai kapasitas kredit mereka, kami dapat menawarkan layanan pembiayaan lainnya sesuai kebutuhan mereka – seperti kartu kredit atau pembiayaan modal kerja yang bersifat permanen.”

Home Credit telah memiliki lisensi perbankan di dua negara, yang telah mendanai kegiatan operasi di Republik Ceko, Kazakhstan, dan Rusia. Produk lain yang sedang dikembangkan di skala global yaitu kartu kredit. Meski di beberapa negara (seperti Republik Ceko, Slovakia, Rusia, dan Kazakhstan) Home Credit telah mengoperasikan bisnis kartu kredit, di beberapa negara lainnya hal ini masih berada pada fase perencanaan. Regulasi lokal masing-masing negara dapat menjadi kendala. Contohnya yaitu di Cina, yang telah menjadi tuan rumah kegiatan operasi Home Credit Cina sejak tahun 2004. Sebagai bentuk kepatuhan terhadap peraturan di Cina, Home Credit tidak dapat menawarkan kartu kredit secara fisik maupun virtual. “Tetapi kami berencana untuk melalui jalur distribusi online dengan menetapkan batasan-batasan tertentu bersama beberapa rekanan pengecer.” ungkap Smejc.

Perkembangan di Asia
Induk dari perusahaan Home Credit, PPF Group, pertama mengoperasikan bisnis di Beijing pada tahun 2004, diikuti dengan Ho Chi Minh City, Vietnam di tahun berikutnya. Home Credit Cina sendiri secara formal diresmikan pada tahun 2007, dengan menawarkan model pinjaman dengan jaminan.

“Saat kami pertama masuk ke Cina, pemahaman tentang perusahaan pembiayaan di sana berbeda dengan di Eropa. Kerangka kerja legislatif saat itu belum ada. Namun kami tetap dapat membagi pengalaman dari Eropa bersama regulator, dan berhasil untuk membangun perusahaan pembiayaan berdasarkan masukan tersebut,” ucap Smejc. Pada tahun 2010, regulator dari Cina memperkenalkan peraturan pembiayaan, yang kemudian menjadi landasan kegiatan operasi Home Credit Cina.

Operasi perbankan di Cina berkembang sangat cepat, dengan rata-rata penambahan karyawan hingga 5.000 orang setiap bulannya dan diperkirakan akan mencapai 100.000 karyawan pada akhir tahun 2017. Jumlah ini cukup signifikan jika dibandingkan dengan data jumlah karyawan pada bulan Maret 2017, yaitu 77.000 orang.
Tingkat penetrasi Home Credit Cina berada di sekitar 5%. Menurut Smejc, angka ini relatif kecil jika disandingkan dengan angka 15% hingga 20% di pasar yang lebih besar. “Kami masih memiliki potensi untuk berkembang lebih besar lagi. Kami telah menjangkau lebih dari 300 kota di Cina dari berbagai tier. Kami berharap pada akhir tahun 2017 ini kami dapat memiliki sekitar 200.000-250.000 POS di Cina.”

Meregangkan Otot Bisnis
Potensi perkembangan bisnis tidak terbatas di Cina. Home Credit juga berharap dapat mengembangkan bisnisnya di negara-negara lain di Asia. 
“Setidaknya pada awalnya, rencana kami untuk merambah wilayah Asia berangkat dari keinginan untuk diversifikasi bisnis.” ungkap Smejc. “Namun pada kenyataannya, pasaran di Asia justru telah menjadi game-changeryang bernilai bagi seluruh Group. Angka dari masing-masing negara di Asia sangatlah signifikan. Bahkan jika kita mengembangkan satu saja negara Asia secara mandiri, maka hal ini berpotensi besar untuk meningkatkan bisnis kita. Bayangkan jika kita mengembangkan lima negara. Bisnis kita akan sukses besar.”

Pada tahun 2016, perusahaan telah meraup keuntungan senilai 196 Juta Euro di Cina dan Vietnam senilai 46,3 Juta Euro. Smejc berharap untuk dapat membuat profit di Home Credit Filipina (yang telah berdiri sejak 2013) pada akhir tahun ini, pada tahun 2018 di Home Credit India (telah berdiri sejak 2012) dan Home Credit Indonesia (telah berdiri sejak 2013).
Home Credit juga telah bekerjasama dengan provider telekomunikasi Sprint di Amerika Serikat pada tahun 2015 dan melihat potensi ekspansi untuk pembiayaan smartphone di sana.
Smejc menyatakan bahwa saat ini Home Credit belum berencana untuk melakukan ekspansi ke negara lain. Beliau mengakui bahwa Bangladesh memiliki potensi menarik, namun “tidak untuk tahun ini ataupun di tahun berikutnya.” 

Dinamika Cina yang sangat cepat membuat Home Credit tidak pernah berhenti berinovasi, baik untuk memberikan edukasi ataupun untuk retensi pelanggan. Klien di Ceko yang akan pertama kali melihat inovasi tersebut, di mana bank biasanya “menguji model bisnis baru” di sana, sebagai bukti bahwa mengoperasikan bisnis di pasaran yang lebih kecil justru memiliki seninya tersendiri.