Page tree

Bagikan:  


Akhir-akhir ini, istilah “financial freedom” makin sering kita dengar. Tapi apa sih sebenarnya bebas secara finansial itu?

Kebebasan finansial adalah keadaan di mana kamu nggak lagi hidup dari gaji ke gaji, nggak lagi bokek di akhir bulan, bisa dibilang bahagia dan aman secara finansial. Apa sih yang perlu kita lakukan untuk mencapai titik "freedom" itu dalam kehidupan kita?

Untuk menjawab hal ini, kami berbincang bersama dua pria cerdas yang mengungkap rahasia “financial freedom”, Yopi Ivanda (Head of FP&A of Home Credit Indonesia) dan Dipa Andika (Financial Advisor & Co-founder of Hahaha Corp.). Dengan bantuan MC dan Moderator kami Bernad Siadari (External Communications Manager Home Credit Indonesia), mereka berbagi tentang langkah-langkah yang perlu kita ambil untuk memulai emansipasi dari belenggu masalah keuangan.

Ini dia hal-hal yang bisa mulai kita lakukan:

1. Yuk, Mulai Mencatat!

Salah satu ancaman paling berbahaya bagi keuanganmu adalah disorganisasi. Kalau kamu nggak terorganisir, kamu nggak akan bisa melacak pengeluaran dan penghasilanmu. Nah, kalau udah nggak terlacak, kamu bisa jatuh pada perasaan nyaman semu dan berpikir bahwa kamu punya uang yang cukup. Padahal, kenyataannya mungkin nggak seperti itu. Ini dapat menyebabkan banyaknya pengeluaran-pengeluaran“latte factors” ketika kamu sebenarnya dapat menggunakan uang itu untuk hal-hal yang lebih penting.

Apa itu latte factors?

Latte factors adalah pengeluaran kecil dan kurang penting tapi lama-kelamaan bisa menumpuk dan memakan jumlah yang besar.. Pengeluaran yang bisa diklasifikasikan sebagai latte factors misalnya: kopi-kopi kekinian, cemilan mini market, biaya parkir, admin bank, rokok, dan sebagainya.

Data penelitian internal oleh Bank Permata.

Hmm, emangnya Rp900 ribu penting? Tentu saja!
Uang sebanyak itu bisa membantumu menambah penghasilan jika di-investasikan!

2. Pisahkan Tabunganmu!

Mungkin nyatet nyusahin buat kamu? Tenang saja, mungkin tips kedua ini lebih cocok buat kamu! Untuk mengurangi beban mencatat, kamu bisa pisahkan tabunganmu!

Dari penghasilan setaip bulan, hitung banyaknya uang yang mau dialokasikan untuk hal-hal dalam hidupmu. Setelah dihitung, kamu harus memisahkan pendapatanmu ke tabungan yang berbeda. Setiap alokasi membutuhkan tabungan sendiri untuk menghindari penggunaan keuangan untuk alokasi yang tidak seharusnya tanpa sengaja.

Untuk teman-teman yang tempat kerjanya tidak menanggung biaya pensiun, jangan lupa menabung untuk masa tua-mu juga, ya!

3. Kenali Lebih Jauh Aset dan Hutang!

Jumlah uang dalam tabungan bukanlah satu-satunya hal yang harus diperhatikan dalam mengatur keuangan, ada juga aset dan hutang.

Apa itu aset?

Aset adalah sumber daya dengan nilai ekonomi yang kamu miliki dengan harapan bahwa hal itu dapat memberikan keuntungan di masa yang akan datang.

Apa itu hutang?

Hutang adalah uang yang kamu pinjam dan bisa dibayarkan di lain waktu. Hutang biasanya dilakukan untuk melakukan pembelian dengan jumlah besar tapi belum sanggup untuk membayarnya secara langsung.

berikut ini beberapa contoh aset dan hutang:

Catat: Hutang harus kurang dari 35% dari penghasilan individual

4. Dana Darurat!

Dana darurat adalah uang yang disimpan untuk mengantisipasi keadaan darurat seperti sakit, kematian, kecelakaan, dan sebagainya. Jumlah dana darurat untuk jomblowan/jomblowati dan pasangan tanpa anak adalah sebesar 3 bulan biaya sehari-hari. Untuk pasangan yang memiliki 1-2 anak, diperlukan dana sebesar 6 bulan biaya sehari-hari. Pasangan dengan 3-4 anak, diperlukan dana sebesar 9-12 biaya sehari-hari.

Dana darurat juga bisa dialokasikan dalam bentuk asuransi. Selain asuransi kesehatan, salah satu asuransi terpenting bagi seseorang dengan tanggungan seperti anak-anak atau orang tua senior adalah asuransi jiwa.

5. Investasi!

Untuk memastikan kalau uang kita nggak sia-sia atau tersendat, langkah terbaik adalah menginvestasikannya. Investasi adalah barang atau aset yang diperoleh dengan tujuan untuk mendapatkan pendapatan lebih besar di masa depan daripada apa yang awalnya dibelanjakan. Salah satu bentuk investasi paling sederhana dan paling murah adalah reksadana.

Apa itu Reksadana?

Reksadana adalah tempat untuk mengumpulkan dana dari investor publik. Setiap pemegang saham berpartisipasi secara proporsional dalam keuntungan atau kerugian dana. Reksadana adalah instrumen investasi yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dengan reksadana, ada kemungkinan kamu bisa mendapatkan jumlah uang yang lebih tinggi daripada meninggalkannya di rekening bank. Kenapa ini penting? Karena hampir semua hal akan semakin mahal seiring berjalannya waktu berkat inflasi. Contohnya gambar di bawah ini:

Nah, sekarang udah baca tips-tips dari Yopi dan Dipa, yuk mulai gerak menuju kebebasan finansialmu. Jadi, berhenti kasih 1000 alasan klasik dan mulai kelola keuanganmu!

Mau tau lebih dalam tentang keuangan? Yuk cari tahu di:

https://www.homecredit.co.id/FUNancial