Page tree

Bagikan:  


“Permintaan setiap anak patut didengar, karena bagi saya tidak boleh ada satu pun yang tertinggal” - Bambang Basuki (Kepala Yayasan Mitra Netra)

Memberdayakan masyarakat adalah hal yang selalu kami upayakan di Home Credit. Tujuan ini sejalan dengan  SDGs ke-10 yaitu memberdayakan mereka yang rentan, termasuk penyandang disabilitas. Untuk mencapai tujuan mulia ini, kami mengadakan sebuah program donasi di bulan suci Ramadan.

Setiap tahun, Yayasan Mitra Netra memproduksi 450 judul buku Braille dengan sedikitnya 6.800 eksemplar dan 150 judul buku audio digital yang didistribusikan dalam bentuk CD sejumlah 6.660. Produksi disertai pendistribusian buku untuk tunanetra ini, membuka akses bagi mereka agar dapat mengenyam bangku sekolah hingga ke perguruan tinggi layaknya masyarakat pada umumnya.

Huruf braille dapat memakan halaman yang lebih banyak daripada huruf cetak dari tinta, sehingga buku Braille lebih tebal. Hal tersebut membuat biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi buku Braille jauh lebih mahal dibandingkan dengan buku biasa.

Yayasan Mitra Netra adalah organisasi nirlaba berbadan hukum yang memfokuskan kegiatannya pada peningkatan kualitas dan partisipasi para tunanetra di bidang pendidikan dan lapangan kerja. Visi Yayasan Mitra Netra adalah menjadi pencetus dan penyedia layanan demi menciptakan kehidupan yang cerdas, mandiri, produktif, dan berkualitas bagi tunanetra agar dapat menjadi bagian dari masyarakat seutuhnya.

Bambang Basuki, Ketua Yayasan Mitra Netra mengatakan tidak ada ilmu tanpa buku. Oleh karena itu, Yayasan Mitra Netra selalu memastikan bahwa setiap tahun, buku braille yang diminta oleh anak-anak tunanetra sebisa mungkin dapat terpenuhi. "Setiap permintaan anak patut didengar karena menurut saya tidak boleh ada satu pun yang tertinggal," kata Bambang.