Page tree

Bagikan:  


Ayo baca mengenai webinar literasi keuangan Home Credit Indonesia!

Pandemi COVID-19 telah mempengaruhi kehidupan masyarakat di seluruh nusantara. Berbagai sektor kehidupan kita terkena dampak negatif seperti sektor keuangan, perdagangan, sosial, budaya, dan terutama kesehatan. Membantu satu sama lain penting sekali dilakukan, lebih dari sebelumnya selama masa-masa sulit ini.

Untuk mencegah penyebaran pandemi COVID 19 ini, kami menghindari mengadakan acara pertemuan fisik, oleh karena itu kami mengadakan  kelas literasi keuangan secara online. Kelas online ini diadakan  untuk mendukung penyandang disabilitas dalam mengatasi kesulitan keuangan mereka selama pandemi ini dan memberdayakan mereka untuk mandiri secara finansial.

Home Credit Indonesia mengadakan 3 sesi kelas webinar gratis pada bulan September, membahas tentang membangun bisnis kecil. Sesi pertama membahas tentang dasar-dasar bisnis dan strateginya, sesi kedua tentang bagaimana menggunakan brand untuk menceritakan kisah -mu, dan yang ketiga adalah pengetahuan praktis. Untuk berbagi ilmu dalam 3 sesi tersebut, kami mengundang 3 orang ahli di bidang kewirausahaan yaitu Dr. Dwi Purnomo, Putri Santoso, dan Triyono.

Dr. Dwi Purnomo adalah CEO The Local Enablers (@thelocalenablers), sebuah komunitas mahasiswa di Universitas Padjadjaran (UNPAD) untuk berkolaborasi di dunia bisnis. Ia juga seorang Dosen dan Peneliti di UNPAD. Dwi Purnomo telah menginisiasi berbagai gerakan kreatif seperti Forum Kreatif Jatinangor, Collaboration House, Aktivasi Komunitas di berbagai daerah di Indonesia, dan memprakarsai The Local Enablers sebagai pelopor penggunaan Design Thinking untuk inovasi sosial di Indonesia.

Dua pembicara berikutnya adalah pendiri dari 2 bisnis sosial inspiratif yang dijalankan oleh penyandang disabilitas, Putri Santoso dan Triyono. Putri Santoso adalah pendiri Yayasan Sampaghita, sebuah organisasi pemberdayaan bagi penyandang disabilitas. Lebih dari 700 penyandang disabilitas telah dilatih oleh yayasan ini. Bersama dua temannya, Tri Erwinsyah Putra dan Mohamad Adhika Prakoso, ia kemudian membangun sebuah kafe yang menjual kopi kekinian sekaligus menyebarkan penggunaan bahasa isyarat, Kopi Tuli.

Triyono adalah pendiri Difa Bike, angkutan umum di Jogja yang dijalankan oleh penyandang disabilitas. Triyono merintis bisnis online untuk penyandang disabilitas. Dia secara khusus memulai bisnis ojek online ini bersama dua rekannya pada tahun 2014.

Karena kami juga memperkenalkan Home Credit GO dan cara memanfaatkannya untuk mendapatkan penghasilan pada sesi ketiga kami, kami juga mengundang teman kami, Fenti Febrianti, dari Commercial Excellence. Ia membicarakan Home Credit GO kepada para peserta dan juga menjawab beberapa pertanyaan terkait hal tersebut.

Ada total 144 peserta untuk semua 3 sesi. Para peserta sangat aktif dan mereka banyak menanyakan pertanyaan menarik tentang materi yang diberikan. Pertanyaan terkait bagaimana memutuskan produk yang ingin mereka jual, cara mengatasi tantangan, dan mencari solusi. Mereka juga bertanya dari kapan menggunakan endorser, dan bagaimana menggunakan keunikan mereka untuk memotivasi orang lain dan menjadi viral dengan bakat mereka. Antusiasme peserta membuat kami semakin bersemangat untuk terus berbagi ilmu di kesempatan-kesempatan berikutnya.

Kami tidak akan berhenti disini. Kami akan segera kembali untuk berbagi pengetahuan yang lebih berguna tentang mengelola keuangan untuk orang-orang di luar sana. Ingatlah untuk menjaga kesehatan dan keuangan kita sendiri selama pandemi ini. #AyoMajuBersama!