Page tree

Bagikan:  


Ada apa ceritanya dengan jangkrik di program ini? Baca aja ceritanya di sini!

Fokus dari CSR kita adalah selalu untuk memberdayakan orang-orang. Salah satu tujuan pendukung kita, no. 10 di SDG adalah memberdayakan mereka yang beresiko kerentan, termasuk orang-orang difabel. Untuk mewujudkan tujuan ini, kami mengadakan lagi proyek bersama orang-orang difabel.

Untuk lanjut memberdayakan orang-orang difabel, dalam kolaborasi bersama Yayasan Difabel Mandiri Indonesia (YDMI) kami mengadakan workshop untuk orang-orang difabel tentang membudidayakan jangkrik. Budidaya jangkrik? Seperti apa itu? Yuk simak ceritanya.

Tujuan kami dengan proyek ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup individu dan kelompok dalam masyarakat, terutama orang-orang difabel dengan memberi mereka kesempatan agar mandiri secara ekonomi.

Program budidaya jangkrik ini dimulai di Cikokol, Tangerang, pada 9 November 2020. Program ini memiliki 5 batch dan akan selesai di minggu ke-3 Desember 2020. Ada total 10 peserta yang ikut. Di setiap sesi pelatihan, peserta belajar dari para ahli tentang langkah-langkah dasar membudidaya jangkrik. Di akhir sesi, 10 peserta bisa mengambil hasil dari kerja keras mereka dan menjual jangkriknya.

Harapannya, setelah program pelatihan bersama mereka selesai, mereka bisa melanjutkan budidaya jangkrik. Ini adalah bukti mereka bukan hanya dapat teori kewirausahaan, tapi juga kesempatan baru untuk mencoba pengetahuan mereka yang dapat berpenghasilan.

Kami percaya semua orang itu sama, termasuk orang-orang difabel yang berhak mendapatkan kesempatan ekonomi yang sama. Karena itu, orang-orang difabel harus punya kesempatan yang sama untuk menjadi wirausahawan dengan mengikuti pelatihan budidaya jangkrik ini. Yuk terus memberdayakan orang-orang difabel karena mereka juga bisa!