Page tree

Bagikan:  


Baca cerita kita tentang memberdayakan orang-orang difabel lewat program spesial!

Tujuan CSR selalu untuk meberdayakan orang-orang, termasuk mereka yang ada resiko kerentanan. Orang-orang difabel termasuk dalam grup itu. Faktanya kegiatan pemberdayaan lebih banyak dijalankan oleh organisasi swasta dan NGO dalam berbagai bentuk. Ada sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus, forum untuk komunitas difabel, dan lain-lainnya.

Untuk melanjutkan semangat memberdayakan orang-orang difabel, kami mengadakan kegiatan spesial. Kami percaya bahwa pelatihan yang berguna itu dibutuhkan untuk memberdayakan orang-orang difabel agar termotivasi untuk mencari kesempatan kerja sendiri lewat kewirausahaan dan memberi mereka kesempatan untuk mandiri.

Untuk mewujudkan ini, kami mengadakan Program Merangkai Bunga yang dikolaborasi dengan toko bunga RayainAja! Dengan kegiatan ini, harapannya bisa menjadi sepak terjang baru yang mengubah cara berpikir orang-orang difabel agar mereka lebih paham kesempatan dan inovasi dalam wirausaha.

Program merangkai bunga ini dimulai tanggal 23 November, 2020. Program ini memiliki 2 batch setiap harinya dan berjalan selama 3 hari dengan masing-masing sesi ada 10 peserta. Di hari pertama, peserta diberikan sesi Literasi Keuangan oleh tim External Affairs tentang mengatur keuangan pribadi dan menjadi wirausahawan sebagai salah satu tujuannya.

Sementara itu, pemberdayaan diberikan lewat kegiatan merangkai bunga dan pembentukan toko online oleh fasilitator Putri Sarah Olivia (Pemilik toko bunga RayainAja!). Setiap sesi dimulai dan diakhiri kegiatan asyik, interaktif, dan bermanfaat untuk para peserta. Salah satunya adalah dengan game Extraordinary Me” agar setiap peserta saling berkenalan dan meningkatkan kepercayaan diri mereka.

Workshop 3 hari ini nggak berakhir di situ saja. Peserta lanjut mendapatkan coaching online untuk kegiatan training. Mereka menerima sesi pengajaran tentang: Rencana Informasi dan Bisnis, Produksi dan Finansial, Manajement Pemasaran yang terbagi jadi 2 sesi, dan Legalisasi. Semoga dengan ini para peserta bisa langsung mengerti, merefleksi, dan mencoba pengetahuan yang mereka raih selama periode pelatihan. Dan juga mereka bisa memandu diri sendiri dalam menjalani bisnis toko bunga.

Kita percaya semua orang berhak mendapat kesempatan yang sama. Karena itu, orang-orang difabel harus berkesempatan yang sama menjadi wirausahawan. Yuk kita terus memberdayakan orang-orang difabel!