Page tree

Bagikan:  


Nikah tanpa wedding planner? Siapa takut!

Kamu mungkin mengenal Innestesia Tjahyadi sebagai Project Manager kita. Yap, wanita cantik satu ini adalah salah satu orang paling rajin di kantor. Kedisiplinan Innes tercermin dari caranya mengelola waktu, tugas, hingga konsumsi makanan.

Kali ini kita nggak bakal bahas tentang proyek Credit Card yang sedang dikelola Innes, tapi pengalaman Innes saat mengelola hari paling istimewa dalam hidupnya. Nilai Entrepreneurial yang tercermin saat Innes mengelola pekerjaannya di kantor ternyata juga ditampilkan selama proses persiapan hari pernikahannya, lho!

Begin with the end in mind
Setelah resmi bertunangan, Innes dan keluarga menentukan tanggal dan bulan pernikahan.

“Dari tanggal itu aku langsung hitung mundur dan membuat timeline di Excel menuju pernikahan, kapan harus dapat gedung dan deal dengan berbagai macam vendor.”

Nah, setelah timeline sudah dibuat, setiap akhir pekan saya dan pasangan isi dengan survei tempat, ketemu vendor hingga membuat perbandingan budgeting.

“Aku sampai shock sendiri sekarang kalau liat folder persiapan nikah, udah kaya folder policy kantor banyaknya..hahaha”

I feel fully accountable
Sebenarnya suami bukan tipe orang yang detail banget seperti saya, jadi penting banget buat saya untuk ingat apa saja yang perlu disiapkan, apa yang perlu didelegasikan, gimana kalau rencana awal tidak terpenuhi dan sebagainya. Dengan semua hal yang terencana dengan baik, saya pun akhirnya bisa selalu meyakinkan keluarga dengan apapun pilihan yang dibuat. Nggak perlu banyak konflik.

Find the best way to achieve the goal
Sudah puluhan tempat yang kita survei, nah yang perlu jadi pertimbangan untuk ini yaitu: apakah lokasi yang dipilih cukup strategis untuk tamu undangan kita, apakah tempat itu mendukung konsep pernikahan yang kita idamkan dan tentunya apakah budget kita mendukung. Sebenarnya yang paling jadi prioritas kita untuk acara resepsi adalah makanan yang harus enak, itu wajib! Jadi, setelah mencicipi makanan di beberapa vendor dan menentukan pilihan, bagi saya penting untuk memastikan makanan di malam resepsi seenak ketika pertama saya cicipi.

“1 jam selesai acara resepsi, sempat-sempatnya Innes tanya di grup WhatsApp (gimana teman-teman, makanannya sempat dicicipi semua? Enak nggak?). Jangan-jangan dia nyiapin SurveyMonkey after wedding juga nih hahaha” Soffi T. Islami, Internal Communications Assistant Manager 

Nah, ini cara Innes mengimplementasikan nilai Entrepreneurial kita kedalam persiapan pernikahannya. Kalau kamu gimana? Nilai kita yang mana paling mewakili kamu?