Page tree

Bagikan:  


Yuk baca gimana Diah menghubungkan cintanya untuk seni dalam berkarir!

Gimana sih Diah memulai karirnya?

Sejak saya masih kecil, saya selalu ingin menjadi wanita karir. Pekerjaan pertama saya menjadi IT Consultant langsung setelah lulus kuliah. Saya menulis konten tentang materi ­e-learning untuk klien dari bank. Dari situ saya mulai tahu risk management karena saya menulis konten tentang topik itu untuk beberapa bank.

Saya jadi tertarik dengan risk management karena perannya sangat penting untuk menjaga resiko perusahaan. Waktu saya lebih muda, saya suka baca komik/buku detektif, atau bahkan baca tentang teori konspirasi. Itu membentuk kesukaan saya dengan risk management karena pekerjaannya banyak menyangkut analisa dan investigasi.

Setelah bekerja sebagai IT Consultant, saya pindah ke Bank Permata untuk mengurus risk management di sana. Saya jadi belajar banyak, misalnya saat bank tutup jam 3 sore aktivitasnya belum berhenti di situ. Petugas Cabang masih harus cek transaksi, balance­-nya, dan hitung ulang uang untuk menghindari perbedaan jumlah. Semua ini bagian dari mengurus resiko. Bahkan hal kecil seperti mengunci laptop setiap pergi dari meja itu penting untuk menghindari orang mengakses sistem kita dan melakukan fraud.

Apa alasan Diah bergabung dengan Home Credit Indonesia?

Setelah bekerja di Bank Permata, saya ambil time-off untuk ke Yogyakarta dan membantu suami saya dengan Papermoon Puppet Theater. Ini di tahun 2015. Saya melakukan ini selama 6 bulan, lalu saya kembali ke Jakarta untuk melamar pekerjaan baru. Yang mengundang saya wawancara pertama kali itu Home Credit Indonesia. Saya awalnya bingung. Saya nggak tahu banyak tentang perusahaannya karena masih lumayan baru.

Jadi saya riset dulu sebelum wawancaranya. Saya cek website-nya dan saya jadi tahu kalau CEO-nya ternyata masih muda. Saya juga buka Youtube dan lihat di video Youtube perusahaannya kalau salah satu karyawannya berkesempatan training di Cina. Ini membuat saya tertarik. Saya mau gabung dengan perusahaan yang dipimpin orang muda dan saya mau punya kesempatan untuk belajar lewat perusahaannya. Saya lihat kalau perusahaan dengan karyawan yang muda mendorong untuk ber-ide dan berinovasi.

Saya melakukan wawancara dan sangat puas dengan prosesnya yang cepat. Follow-up juga cepat. Saya bergabung di tahun 2016 dan yang saya rasakan perusahaan ini mendukung karyawannya untuk berkembang. Karyawan di sini juga berkesempatan untuk pergi keluar dan melakukan proyek berskala internasional. Itu kesempatan langka, lebih berharga dari apapun. Saya menemukan banyak hal positif kerja di Home Credit sampai sekarang.

Dari 4 nilai perusahaan kita, nilai mana yang paling merepresentasikan kamu?

Buat saya adalah Being Entrepreneurial dan Focused on Results.

Saya lihat nilai Entrepreneurial di Home Credit membuatnya berbeda dengan perusahaan lain. Ini penting karena kita menganggap perusahaan ini seperti milik kita sendiri. Dengan itu kita dapat otoritas untuk melakukan yang terbaik untuk perusahaan.

Untuk Focused on Results, nilainya terasa banget di sini. Budaya kita mendorong kita untuk melakukan yang terbaik dan mencapai KPI.

Apakah hobi Diah?

Saya sangat passionate dengan seni. Saya senang melukis, pergi ke galeri, atau ke teater. Malahan, suami saya itu puppeteer di Papermoon Puppet Theater lho! Saya bahkan bantu mereka dengan proyek di Bangkok dan itu pengalaman yang berharga. Dan seni itu agak seperti risk management. Saat kita melihat lukisan, kita bebas untuk menginterpretasikannya. Layaknya di Risk, kami harus membuka pikiran. Kami melihat isu itu dari akar masalahnya, diidentifikasi, dan kita jelajahi banyak area.

Secara keseluruhan, saya senang segala jenis seni. Seniman itu adalah orang-orang yang passionate dan kalau di sekitar mereka itu serasa energi ke-charge. Saya juga punya akun Instagram yang namanya @NaliniTPHW (The Project of Husband and Wife). Itu  isinya kolaborasi karya saya dan suami. Suami saya lebih ke teater dan ukiran kayu, sementara saya lebih ke lukisan dan bordir.

Apakah makanan yang paling disukai Diah?

Apa aja sih. Saya suka makan hahaha.

Apakah pencapaian terbesar Diah?

Secara karir, saya ingat kembali saat bos saya dulu tanya saya mau jadi apa 10 tahun ke depan. Saya bilang ke dia “Saya mau duduk di kursi kamu”. Dan 10 tahun kemudian, saya di posisi dia, meskipun di perusahaan berbeda. Saya berkomitmen dengan tujuan saya, dan saya melengkapi skill untuk mencapai tujuan itu.

Secara pribadi, menikah. Saya nggak pernah nyangka akan menikah sebelum saya bertemu suami saya. Dan sekarang kami sudah menikah selama 5 tahun. Itu suatu pencapaian, apalagi karena kami memiliki passion yang sama. Takdir alam semesta nih hahaha.

Apakah prinsip hidup Diah?

Kamu harus punya tujuan tinggi, dan kamu harus menyiapkan diri kamu dengan skills untuk mencapainya. Kamu harus 100 persen. Buat saya, “lakukan: atau “nggak “sama sekali”. Nggak ada setengah-setengah, karena hidup itu pendek.