Page tree

Bagikan:  


Di bulan kelahiran Kartini ini, kenal lebih dekat yuk dengan salah satu Superwoman kita!  

Kamu mungkin mengenal Nicole Oesman sebagai Chief Risk Officer kita. Namun, di waktu senggang ia adalah pencinta serial drama televisi Greys Anatomy dan penikmat soto bening.

Biar lebih akrab, baca lebih lanjut di edisi Meet Our SMT kali ini!

Bagaimana Anda memulai karir Anda?

Saya memulai karir sebagai Financial Controller Team di Diners Club Amerika Serikat. Lulus dengan gelar Finance dari University of Wisconsin, Madison saya sempat melamar ke berbagai perusahaan yang bisa memberikan sponsor visa bekerja di Amerika.

Setelah bekerja beberapa tahun disana, saya merasa suntuk dan ingin pulang ke Indonesia. Nah, saat itu momennya kurang pas karena keadaan ekonomi di Indonesia kurang baik. Jadi, saya memilih ditransfer bekerja ke kantor Diners Club di Singapura.

Sebelum bekerja di perusahaan kita, kisah karir saya berlanjut di Citibank. Sempat sulit untuk menyesuaikan diri setelah bekerja sekian lama di luar negeri. Dengan itu, saya sempat resign dan coba menjalankan kafe dengan beberapa teman sebelum akhirnya mendapat tawaran bergabung dengan GE Money. Di saat yang bersamaan saya punya ambisi untuk fokus ke keluarga. Saya keluar dari GE dan lahirlah kedua anak saya, Akhirnya cerita dengan Home Credit Indonesia dimulai.

Boleh cerita kenapa Anda bergabung dengan Home Credit?

Ketika akan bergabung, saya bertemu dengan Ajay, CEO kita saat itu. You know what, saya sempat tidak percaya diri dengan ekspetasi beliau dan berbagai pertanyaan yang tidak familiar bagi saya. Namun saya berhasil bergabung ke dalam tim Risk Change Management. Seiring dengan berkembangnya perusahaan, karir saya pun terus berkembang. Saat menjadi Head of Underwriting, saya belajar untuk mengetahui lebih banyak tentang bisnis kita.

Sudah banyak sekali perubahan positif dalam perusahaan kita sejak pertama kali saya bergabung.

Bagaimana pendapat Anda tentang 4 nilai perusahaan kita? Nilai mana yang paling Anda sukai?    

4 values kita itu semuanya terhubung satu dengan lainnya. Penting untuk Focused on Results, agar kita selalu berusaha menghasilkan output yang terbaik. Tanpa Innovation, kita akan terjebak di status quo. Jiwa Entrepreneur menjadi pelengkap kedua nilai di atas dan tentunya, value terakhir kita yaitu Fair menjadi yang penting karena ini yang menjadi driving force setiap orang untuk mau melakukan hal dengan sebaik-baiknya.

Hobi Ibu Nicole apa?

Waktu di Singapura saya gemar ke tempat gym jam 5 pagi setiap hari sebelum bekerja, setelah kembali ke Jakarta kebiasaan ini berkurang karena macet. Susah sekali untuk menyempatkan berangkat ke tempat gym dan berolahraga. Memang bukan alasan, yaa. He He He…

Sekarang saat di rumah, saya lebih suka nonton serial televisi Grey’s Anatomy. Saya termasuk orang yang menyukai seri drama. Selain itu, saya selalu memanfaatkan momen akhir pekan untuk kedua anak saya. Sebisa mungkin segala hal yang berkaitan dengan kantor saya tinggalkan demi waktu berharga dengan anak-anak saya.

Makanan favorit Anda?

Soto bening ayam atau daging dan apapun dengan kuah.

Apa pencapaian terbesar dalam hidup Ibu Nicole?

Bisa berada di posisi karir saat ini dengan dukungan penuh dari kelurga adalah salah satu pencapaian bagi saya.

Selain itu, saya bisa bangga untuk mengatakan kepada anak perempuan saya untuk punya pendapatannya sendiri. Penting sekali itu! Jumlah itu tidak penting. Hal yang terpenting ialah memiliki kebebasan untuk mengatur pendapatannya tanpa harus bergantung terhadap orang lain!

Sosok seorang Kartini di era sekarang itu bagaimana, sih bagi Ibu Nicole?

Tentunya tantangan yang dihadapi berbeda-beda ya, tergantung peranannya masing-masing. Bagi Ibu yang berkarir seperti saya, tantangannya pasti mengatur waktu agar energinya dapat terbagi di tempat bekerja dan rumah. Sehingga jadi perempuan harus cerdas dan selalu berusaha menyeimbangkan peranannya dimanapun ia berada.

Last question: Apa moto seorang Ibu Nicole?

Setiap perempuan harus memiliki kebebasan dalam mengatur hidupnya. Penting untuk bisa menghasilkan pendapatannya sendiri. Berapapun jumlahnya!

Jadikan dirimu bermakna! Lakukan yang disukai, jangan cuma diam, misalnya menjadi volunteer atau apapun yang bisa membuatmu lebih percaya diri.