Page tree

Bagikan:  


Sesi #KepoIn hadir kembali! Yuk kita gali lebih dalam sisi lain dari Amitoaj Singh!

Kami hadir kembali dengan episode kedua #KepoIn: Not Rumors, Just Facts! Sebuah sesi tanya jawab langsung melalui MS Teams dimana kita dapat menggali lebih dalam para anggota ManCo (Management Committee). Kali ini, kami mengundang tamu spesial Amitoaj Singh (Head of Collection) untuk mengenal lebih jauh tentang pekerjaan dan hidupnya.

Episode kedua telah diadakan pada tanggal 27 April, 2021. Dipandu oleh Kusumawicitra Yahya (Lead Talent Management), untuk menemani teman-teman Home Credit saat jam makan siang. Selama sesi #KepoIn, teman-teman dapat melihat sisi lain Amitoaj. Untuk memulai sesi, kami meminta Amitoaj untuk menjawab beberapa pertanyaan terpilih yang sudah di-submit ke panitia lewat sesi SACI Says. Apa yang Amitoaj jawab? Yuk kita simak!

Host Kusumawicitra Yahya (Citra) bersama pembicara Amitoaj Singh

SACI Says

1. Bagaimana perjalanan Amitoaj menjadi Head of Collection? Bagaimana caranya gar bisa menjadi seperti Amitoaj?

Kamu nggak harus menjadi seperti saya. Saya nggak punya role model tertentu karena saya belajar dari semua orang yang kerja bareng saya. Secara keseluruhan, kamu bisa memiliki berbagai kualitas terbaik dari banyak orang yang bekerja denganmu.

Selama perjalanan saya, saya selalu bertanya: apakah saya akan belajar sesuatu? Beberapa keputusan yang saya ambil bisa saya terima, dan lainnya cukup jadi bahan pembelajaran saja. Kalau saya belajar, berarti saya dapat melanjutkan perjalanan saya. Jangan takut gagal dan harus bisa move on.

2. Saya yakin Amitoaj punya pengalaman di negara lain. Kalau kamu bisa membandingkan dengan negara lain, apa tantangan dan hal baik tentang kegiatan collection di Indonesia, khususnya di Home Credit Indonesia?

Mengelola collection sama saja seperti mengelola departemen lain di perusahaan. Kamu bekerja sebagai tim, ada goal yang diraih, dan kita akan melakukan berbagai hal untuk mencapai goal tersebut. Ini akan melibatkan banyak orang, target, dan juga kegiatan operasional.

Dari pengalaman saya di cabang India, ada beberapa persamaan ada pula perbedaannya dengan Indonesia. Di India bisa jadi lebih kompleks, karena ada 9 bahasa yang digunakan di sana. Proses legal juga beda di situ. Keuntungannya di Indonesia adalah kita ini merupakan market leader, jadi proses rekrutmen lebih gampang karena orang-orang mau bekerja di Home Credit. Karyawan kita banyak dan kita bisa bekerja dengan baik sebagai tim. Ini hal yang sangat positif.

3. Menurut Amitoaj, apa itu self-success dan mutual success?

Kalau membahas self-success, itu lebih ke arah personal. Saat saya mau mencapai sesuatu seperti belajar Bahasa Indonesia, itu self-success. Mutual success itu lebih kepada kerja dari sebuah tim untuk mencapai satu tujuan.

(Catatan: Ada juga satu pertanyaan yang diambil dari Live Q&A untuk Amitoaj, seperti di bawah ini.) 

4. Apa culture shock yang Amitoaj alami saat datang ke Indonesia?

India itu sangat beragam, jadi sama dengan Indonesia. Syok terbesar adalah jam makan siang dari jam 12 hingga 1 siang. Di India, nggak ada jam makan tertentu. Butuh waktu 3 bulan agar saya terbiasa makan di jam 12.

Kedua, perbedaan lainnya adalah menyeimbangkan kehidupan pribadi dan pekerjaan. Pulang kantor jam 6 sore nggak biasa di India. Lingkungan kerja di Indonesia bisa memberikan karyawan waktu yang lebih bersama keluarga.

Setelah SACI Says, kami juga ada sesi yang membahas seputar kehidupan Amitoaj di luar pekerjaannya. Untuk menambah keseruan sesi #KepoIn, kami mengundang tamu rahasia. Kami turut menghadirkan Simran Soni (Chief Excellence Officer)! Simran sukses mengulik dan membeberkan fakta pribadi tentang Amitoaj.

Sesi bersama Simran Soni

Amitoaj Bisa Masak, Lho!

Simran: Amitoaj jago masak. Kita tinggal di kompleks yang sama dan Amitoaj jago banget menginstruksikan kita apa yang dia mau makan pas weekend. Dia akan berbagi resep ayam panggang ke semua orang.

Amitoaj: Saya suka memanggang ayam dengan sayuran dan rempah. Saya pake thermometer untuk mengecek suhu yang pas, dan Simran langsung bilang “Kamu nggak perlu pakai itu! Tusuk saja ayamnya pakai garpu biar tahu udah jadi atau belom!” Hahaha…

Warung Kesukaan

Simran: Apa warung kesukaan kamu untuk pesan makanan?

Amitoaj: Ada warung kecil namanya Bebek Kartika. Saya biasanya makan ayam panggang, sambal, tahu, dan tempe di situ. Fakta lucu, di India ayam panggang itu lebih ke hidangan pembuka. Jadi saat pertama kali ke warung, saya tanya, saya harus lakukan apa dengan ini? Hahaha.

Situs Streaming Kesukaan

Simran: Apa situs streaming kesukaan Amitoaj?

Amitoaj: Saya seringnya nonton Netflix karena konten Amazon Prime ini lebih terbatas dibanding di India. Disney+ belum langganan. Saya selalu nonton 2 jenis seri, satu yang bikin saya terbahak-bahak, dan satu yang bisa diulang-ulang. Di weekend, saya lebih nonton sci-fi atau vampire.

Makanan India Otentik

Simran: Dimana orang bisa mencari makanan India yang otentik di Jakarta?

Amitoaj: Paling otentik yang saya tahu ada di Sunter, Jakarta Utara. Ada beberapa komunitas India yang menyediakan makanan untuk orang India di situ. Simran dan saya pergi ke sana sebulan sekali. Kami ke sana untuk makan hidangan India Selatan, dan rasa otentiknya bisa didapat di situ.

Setelah sesi seru ini bersama Simran, kami menutup #KepoIn dengan kata-kata penutup dari Citra. Nah, sudah tahu kan sisi lain Amitoaj.


Terima kasih dari Amitoaj & Citra bagi para penonton #KepoIn!

Terima kasih sudah nonton! Kami harap episode #KepoIn ini dapat memberikan wawasan baru buat kita semua.