Page tree

Bagikan:  


Hindari kebiasaan ini di tempat kerja!

Memiliki hasrat itu wajar sebagi manusia, tapi terkadang ada hal-hal yang kadang bisa berbahaya. Salah satunya adalah bergosip di tempat kerja. Emang kenapa, sih?

Bergosip memang selalu menarik, tapi hal ini bisa menimbulkan tekanan antara teman kerja. Mulai dari berkurangnya kepercayaan hingga penurunan kredibilitas, ada banyak aspek negatif dari gosip di tempat kerja. Gosip juga bisa mengurangi  keterbukaan komunikasi yang jujur serta menurunkan budaya feedback dalam suatu organisasi.

Jadi, kita tahu kalau bergosip di tempat kerja itu buruk. Gimana cara menghindarinya?

1. Name it as it is

Saat membicarakan orang dari belakang, sebutlah apa adanya saja atau kasih label gosip. Jangan membenarkannya sebagai sesuatu yang lain hanya untuk mengkonfirmasi pengalamanmu dan bukan sebagai cara untuk mencari solusi atau kritik yang membangun. 

2. Tanya dirimu sendiri dan yang lainnya: kenapa kita bergosip?

Kamu nggak perlu konfirmasi orang lain tentang perilaku yang kamu lihat dari seseorang. Kalau hanya untuk membenarkan perasaanmu saja atau untuk mendukung sudut pandangmu, jangan bawa topik tentang orang lain dalam percakapanmu. 

3. Gunakan kebijakan “bilang ke mereka dulu” ke teman kerjamu

beritahu orang-orang tentang kebijakan ini. Saat seseorang mendekatimu dengan gosip tentang orang lain, tanya kalau mereka sudah berbicara dengan orang yang sedang dibahas untuk mengingatkan mereka. 

4. Ciptakan lingkungan yang kaya akan feedback

Semakin kamu membiasakan feedback, baik positif dan negatif, baik memberi atau menerima, semakin jarang orang-orang akan mencari cara lain untuk mengekspresikan kegelisahan dan kekhawatiran mereka.

Ikuti cara-cara di atas agar kamu bisa menghindari diri dari bergosip di lingkungan kerja.

Ingat! Gosip, rumor, skandal, ngomongin dari belakang, atau apapun sebutannya adalah cara komunikasi yang destruktif yang dapat merusak dinamika organisasi.

Banyak masalah di dunia yang bisa terselesaikan jika kita bicara ke orang yang bersangkutan, bukan saling membicarakan satu sama lain.