Page tree

Bagikan:  


Baca yuk cerita 5 teman kita yang sempat pergi dan kembali bergabung di Home Credit Indonesia!

Saat Martinus Sinulingga Karo Karo, Nur Andhika Prakasya, Wawan Hermawan, Yasmidar Angreni dan Rizki Faizal Rachman berencana untuk pergi dan kembali banyak hal yang tersirat dalam pikiran mereka. Setelah merasakan kehidupan ‘luar’, ada banyak hal yang membuat mereka ingin kembali bersama kita. Kira-kira apa saja ya?

‘Budaya Berkolaborasi’

Bagi Martinus Sinulingga Karo Karo, Corporate Talent Acquisition Assistant Manager kita yang sebelumnya telah bergabung selama 2 tahun merasa sangat berat untuk meninggalkan ‘rumah’ keduanya. Tempat bekerja barunya sempat membuatnya kesulitan dengan cara kerja yang sama sekali berbeda. Apa yang menjadi ekspektasi diawal justru tidak ditemuinya.

Awalnya Martin sempat tertarik dengan konsep remote working yang memperbolehkan ia untuk bekerja di mana saja, tetapi setelah dijalani ia justru merasa kesulitan untuk tatap muka dan berdiskusi dengan rekan kerja. Tidak heran kalau setelah 2 bulan ia mencari kesempatan untuk kembali.

Keinginannya untuk kembali menikmati budaya kerja dinamis dan terbuka menjadi hal yang menariknya kembali bergabung dengan kita.

‘Penggunaan Teknologi Menjadi Tantangan Sekaligus Membantu Cara Kerja”

Selanjutnya Nur Andhika Prakasya, Field CRS Senior Manager kita yang saat ini bekerja di kantor Home Credit Surabaya. Ia bertanggungjawab untuk mempimpin tim collection wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, dan Kalimatan.

Sebagai seorang Manager Collection, Andhika semakin aware pentingnya teknologi dalam menunjang kerja, spesifiknya proses Collection.

Setelah sempat pindah, ia sadar bahwa teknologi yang kita gunakan lebih memudahkan proses kerja misalnya penggunaan teknologi Predicitive Dialer yang menjadi teman Andhika sehari-hari. Saat teknologi ini belum bisa diimplementasikan di tempat barunya, Andhika jadi geregetan sendiri.

Tentu pemikiran untuk kembali tidak datang dengan sendirinya. Setelah sempat ngobrol bareng beberapa teman kita, ia kembali yakin Home Credit adalah tempat yang tepat untuk terus berkembang. Tantangan menjadi kunci pengembangan diri yang penting untuk kita mau maju.

‘Komunikasi Terbuka’

Wawan Hermawan, Sales Talent Acquisition yang telah berpengalaman selama tiga tahun melakukan rekrutmen di Cities ini merasa budaya komunikasi di tempat baru kurang cocok dengannya dan hal tersebut cukup menurunkan motivasi bekerjanya.

Setelah kembali, teman-teman sempat mengira ia sedang ambil cuti panjang, karena Wawan hanya pergi dalam waktu yang singkat.

‘Kerja Dinamis dan Fleksibel’

Selanjutnya cerita seorang Yasmidar Angreni, VP Talent Acquisition & Employer Branding kita.

“Suasana di luar tidak selalu seindah yang kita kira.” begitu kalimat yang disampaikan Yessy.

Setiap hal tentu ada kurang dan lebihnya. Saat Yessy memlih untuk pergi, ia perlahan rindu dengan budaya dinamis dan fleksibiltas yang mendukung susana kerja di Home Credit Indonesia. Ia merasa haus akan interaksi yang dilakukan dengan teman-teman di timnya, yaitu HR.

Walau berbagai penawaran sempat datang depan pintu, namun hatinya menyuarakan untuk kembali bergabung dengan kita. Ini juga pesan Yessy untuk kita semua, ‘selalu ikuti kata hati.’

‘Pentingnya Nilai Focused on Results’

Rizki Faizal Rachman, Senior IT Developer Ternyata merindukan sosok mentor selama ia bekerja bersama kita. Selain itu, Rizki menyadari bahwa perusahaan kita banyak sekali membuka kesempatan untuk berkembang.

Kembali bergabung tidak berarti mengerjakan hal yang sama. Rizki punya semangat untuk memberikan ide-ide cemerlang demi kemajuan tim.

Selain itu, Rizki merasa nilai Focused on Results yang kita punya membuat ia merasa apa yang dikerjakannya lebih clear.

Nah, begitulah cerita dari kelima teman kita yang istilahnya ‘CLBK’ sama perusahaan kita ini. Budaya inovasi dan kolaborasi ternyata membuat mereka betah seperti di rumah sendiri. Rumah dimana kita sama-sama berkembang sebagai seorang individu.