Page tree

Bagikan:  


Mau tahu tentang pengalaman Riyan sebelum dan setelah LeaderSHIP? Baca di sini!

Setelah 4 tahun jadi bagian dari perusahaan, Riyan Perdana (Head of PMO) senang sekali bisa kolaborasi dengan banyak orang dan bertukar pikiran. Ia percaya seorang pemimpin perlu mendengarkan banyak orang, menyerap pandangan mereka yang berbeda, dan belajar dari itu semua.

Bagi Riyan, mengikuti LeaderSHIP adalah suatu kesempatan untuk mendapat gambaran komprehensif dalam meningkatkan kemampuan kepemimpinan. Baginya konten dalam training leaderSHIP sangat relevan dan Miroslav Hlavac dan Simran Soni (Chief Excellence Officer) selaku fasilitator betul-betul engage dengan peserta. Ini poin plus dari training leaderSHIP.

Improvements, Challenges, and Changes

Riyan menghargai multi-kulturalisme di perusahaan kita, tapi dia juga melihat ini sebagai tantangan. Dengan variasi kultur karyawan, dia harus beradaptasi dengan situasi yang berbeda. Karena orang-orang di perusahaan berasal dari berbagai background, perbedaan perspektif sering terjadi. Karena ini, Riyan percaya kalau bertahan dalam satu pandangan nggak akan membantu. Dia harus berempati dengan setiap anggota tim.

Saat menyangkut perkembangan dirinya, dia melihat perubahan setelah ikut LeaderSHIP. Yang pertama adalah “membentuk kebiasaan”. Saat kamu konsisten dengan kegiatan sekecil apapun, hal tersebut akan jadi rutinitas yang bisa selesai lebih cepat dari dikira.

Kedua, seperti tantangan yang dihadapinya, Riyan banyak belajar tentang cara memimpin  anggota tim dengan tipe yang  beragam. Intinya, penting untuk memiliki empati agar kerja sama berjalan lancar.

Tapi, hal yang paling relevan Riyan pelajari lewat LeaderSHIP adalah menentukan skala prioritas. Sebagai Head of PMO, pekerjaan Riyan banyak berurusan dengan proyek dan ia perlu menentukan prioritas yang tepat berdasarkan urgency dan kepentingan. Dengan LeaderSHIP, Ia belajar matriks khusus guna menentukan urgency dan kepentingan dari setiap tugas. Kini Riyan semakin paham cara terbaik untuk mendelegasikan tugas.

Role Model

Riyan melihat CEO kita, Jaroslav Gaisler dan Tomas Dudasko (Head of IT and Operations) sebagai tokoh yang dikaguminya di perusahaan. Ia percaya mereka mempunyai kemampuan yang baik untuk membantu tim hadir dengan suatu solusi. Menurutnya, mereka bukan cuma pemimpin yang memberi instruksi, tapi mereka juga bisa membantu tim untuk memiliki ownership. Caranya dalam memimpin bisa mendorong tim untuk membentuk ide sendiri, tapi disaat yang sama saat dibutuhkan support, mereka akan ada untuk tim.

Di luar perusahaan, Riyan mengagumi kakeknya sebagai orang yang mengajarkan disiplin. Bagi Riyan, kakek adalah orang yang ‘walk-the-talk’ dan konsisten, sifat-sifat seorang pemimpin yang baik.

Advice for Future Leaders

Pesan Riyan untuk future leader adalah: jadilah servant leader. Artinya pemimpin baik akan melayani. Caranya bisa dengan mengembangkan tim kamu untuk berkolaborasi dan menciptakan ide mereka sendiri. Seorang pemimpin bisa memberi sugesti atau mengarahkan kalau perlu, tapi penting juga untuk memberi kepercayaan ke tim agar mereka bisa memberi solusi yang lebih baik dan kreatif. Beberapa hal ini juga bisa jadi referensi dalam memberikan kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri mereka (sharing, training, seminar, pengalaman on-the-job, dll.) agar mereka bisa menghadapi tantangan baru dan berkembang.

Yang terpenting, Riyan menyarankan untuk ikut training LeaderSHIP. Ini bukan sarana utama, tapi LeaderSHIP bisa menjadi sarana pendukung agar menjadi pemimpin yang baik. Sukses atau nggak itu tergantung cara kamu membentuk disiplin, kebiasaan positif, dan menggunakan pengetahuan yang kamu dapatkan.

Batch berikutnya akan segera dibuka, lho… jadi stay tuned, ya! Kalau kamu punya pertanyaan seputar programnya bisa tanya langsung ke Radyan Syahied Wirabrawijaya, Learning Operations Coordinator di radyan.wirabrawijaya@homecredit.co.id