Page tree

Bagikan:  

Apa saja pertimbangan Tomas saat meloloskan kandidat IT? Yuk cari tau di sini!

Di era yang serba digital ini, kebutuhan tenaga kerja di bidang informasi dan teknologi tentunya terus meningkat. Berangkat dari masalah tersebut, Kalibrr, sebuah perusahaan rekrutmen berbasis teknologi ini memiliki misi untuk membantu generasi milenial mempersiapkan karir mereka dalam bidang IT. Salah satu kegiatan yang dilakukan Kalibrr untuk mewujudkan hal ini adalah dengan mengadakan acara leadership sharing bertemakan “Scale Up Your Tech Career 2017!” pada tanggal 26 Oktober 2017 di @America Pacific Place, Jakarta.

Acara ini menghadirkan beberapa ahli di bidang teknologi. Salah satunya yaitu Chief Operations & IT Officer kita, Tomas DudaskoBeliau diundang sebagai salah satu pembicara dalam sesi panel sharingbertajuk “Leveling Up: Keeping Your Skills Relevan” bersama Pradipta Nugrahanto, Editor in Chief Tech in Asia yang sekaligus mengambil peran sebagai moderator.

Dengan pengalamannya di bidang IT, Tomas menyampaikan beberapa hal menarik yang ia pertimbangkan saat melakukan wawancara atau seleksi kandidat untuk bergabung dalam tim IT, seperti:

  1. Hard skills tidak ada artinya tanpa soft skills
    Akan menjadi nilai tambah jika seorang kandidat memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, business acumen, dan selling skills.
  2. Keterbukaan dan kejujuran adalah kunci
    Manusia tidak mengetahui segala hal, jadi penting untuk memastikan bahwa kamu berkata jujur dalam proses wawancara. Jangan menjebak diri dalam pemikiran yang sempit. Menurut Tomas, setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Hal itulah yang membuat setiap orang unik dan saat bekerja dalam tim, setiap orang akan saling melengkapi dan inilah yang akan membuat suatu tim menjadi solid.
  3. Pemrograman hanyalah alat
    Seringkali dalam suatu kesempatan wawancara, Tomas mengajukan pertanyaan-pertanyaan sederhana yang mungkin terkesan konyol seperti “Berapa banyak jumlah ayam yang ada di Jakarta?”. Akan tetapi, pertanyaan ini justru merupakan kesempatan bagi pewawancara untuk memahami pola pikir kandidat. Tentu bukan jumlah ayam yang perlu dihiraukan, tapi bagaimana cara kandidat mencoba menjelaskan bagaimana mendapatkan jumlah ayam tersebut. Bagi Tomas, bahasa pemrograman hanyalah alat. Yang terpenting adalah bagaimana seorang IT Specialist mampu menyelesaikan masalah.

Siapa yang menyangka Tomas adalah orang yang kocak? Kesempatan berbagi ini dibawakan dengan interaktif dan ringan olehnya, hingga beberapa kali para peserta tertawa mendengar jawaban-jawaban salah satu anggota Senior Management Team kita ini.

Semoga tips-tips yang diberikan Tomas bisa bermanfaat bagi seluruh peserta yang hadir dan kita bisa semakin eksis sebagai salah satu tempat berkarir yang menarik di Indonesia.

Punya teman yang ingin kamu referensikan untuk bergabung di tim IT kita? Bisa jadi tips dari Tomas ini bermanfaat untukmu merekomendasikan kandidat yang tepat.