Page tree

Bagikan:  


Yuk belajar tentang mindset Manage-Up agar kamu bisa lebih baik dalam berkomunikasi dengan manajer mu!

Apakah kamu percaya bahwa kamu dan manajer mu saling bergantung satu sama lain?

Bisakah kita mengatakan "TIDAK" atau "MENGAPA" pada sebuah instruksi yang diberikan oleh manajer mu? Bagaimana kita bisa menyampaikannya secara profesional?

Pada 11 Juni 2021, kami mengadakan acara TransformACTION Talk yang ketiga di tahun ini bersama Cem Diler (Direktur) dan Finalis Global DNA Stars Q1, yaitu Rudi Kirbrandiman (Solution Architect) dan Arianda Setiawan (Bilateral & Syndicated Loan AVP) sebagai pembicara.

Beberapa bulan yang lalu, kami telah mengadakan live poll di acara sebelumnya dan kami menemukan bahwa respons paling umum yang disampaikan manajer dan menjadi tantangan bagi mereka saat ini adalah tentang situasi sandwich, bagaimana mengelola hubungan dengan atasan sekaligus mengelola tim mereka. Namun pada sesi ini kita akan fokus terlebih dahulu tentang cara mengelola hubungan dan berkomunikasi dengan atasan kita.

Pola pikir seperti apa yang perlu kita miliki untuk bisa manage-up?

a. Kamu dan Manajer mu saling bergantung satu sama lain. Masing-masing dari kalian saling membutuhkan. Ketika berhasil, kalian berdua lah yang diuntungkan.

b. Carilah penjelasan dari manajer mu agar sama-sama saling memahami:

  • Seperti apa hasil yang baik?
  • Bagaimana hasil tersebut menjadi bahan evaluasi atas kinerjamu?
  • Apa konteks dan latar belakangnya?
  • Apa hal terpenting yang kamu bisa lakukan untuk manajer mu? Tindakan dan ekspektasimu harus sejalan.

Bertanya "Mengapa" dalam sebuah instruksi itu nggak masalah. Pastikan saja niatmu adalah untuk mendapatkan kejelasan dan pemahaman yang lebih baik, misalnya; “Bagaimana tugas ini akan berdampak pada tujuan/hasil dari tim?”. Jika kamu mendapatkan kejelasan, itu akan meningkatkan peluangmu untuk memberikan yang lebih baik dengan kualitas yang juga baik.

c. Aspek apa yang perlu kamu ketahui tentang manajer mu:

  • Tantangan atau Hambatan
  • Prioritas
  • Kepribadian
  • Pengalaman
  • Ekspektasi terhadap dirimu

Terkadang benturan muncul ketika kamu dan manajer memiliki harapan yang berbeda.

Itu bisa menciptakan situasi yang nggak nyaman. Mulailah angkat bicara, komunikasikan, dan diskusikan untuk kolaborasi yang lebih baik.

Hal yang perlu diingat ketika kita Manage-Up, kebanyakan manajer benar-benar peduli dengan tim mereka. Terkadang mereka nggak sadar dan kewalahan, tapi nggak pernah bermaksud buruk.

Lakukan sesi 1-on-1

Jika kamu memiliki pemikiran, kecemasan atau apapun yang berhubungan dengan situasi kerja, sesi 1-on-1 adalah tempat yang baik bagimu untuk berkomunikasi tentang situasi ini. Jadi, bagaimana caranya kamu bisa menciptakan sesi 1-on-1 yang efektif dengan manajer mu?

  1. Hindari berbicara hanya tentang progress pekerjaan (Topik lain yang bisa dibicarakan: Karir, Pengembangan tim, Peningkatan diri, Topik pribadi, Masalah interpersonal).
  2. Siapkan hal-hal yang ingin kamu bicarakan.
  3. Buat bahan diskusi yang bisa ditindaklanjuti.

Perlakukan mereka dengan adil

Terkadang kita berpikir bahwa kita dapat memperlakukan manajer kita sebagaimana kita ingin diperlakukan. Tapi tidakkah menurut kamu lebih masuk akal jika kita memperlakukan mereka sebagaimana mereka ingin diperlakukan? Untuk lebih memahami, membantu mereka dan fokus pada apa yang bisa kita kendalikan demi menciptakan kolaborasi yang lebih baik, kamu dapat mulai mengajukan beberapa pertanyaan berikut:

  • “Apa yang bisa saya lakukan yang paling bisa membantu Anda saat ini?”
  • “Bagaimana saya harus memprioritaskan pekerjaan tersebut?”

Jika kamu memiliki rencana dan manajer mu sibuk, utarakan ke mereka dan bagaimana kamu merencanakannya. Tanyakan: “Apakah Anda melihat ada yang kurang?”

Nah, itulah beberapa cara agar kita bisa implementasikan manage-up dengan baik. Pelajari-lah agar hubunganmu dengan manajermu dapat lebih baik lagi.