Page tree

Bagikan:  


Cari tahu semua tentang User Story sebagai bagian dari cara kerja Agile

Banyak hal yang harus diperhatikan dalam proses pengembangan fitur sebuah produk. Salah satunya ialah User Story. Kalau kamu belum familiar dengan istilah ini, yuk karena kita kupas tuntas bareng.  

User Story ialah deskripsi singkat dan sederhana dari fitur yang ingin dikembangkan berdasarkan sudut pandang pengguna yang memerlukan fitur baru tersebut. User Story merupakan (Minimum Viable Product atau Epic). Epic umumnya memiliki cakupan yang terlalu besar untuk diselesaikan oleh satu tim/Squad dalam satu iterasi, sehingga dibagi menjadi beberapa User Story. Selain itu, sebuah User Story harus memiliki Acceptance Criteria yang menentukan kondisi dimana fitur diterima oleh pengguna. 

Keberadaan User Story dapat membantu tim untuk memberikan highest value kepada pengguna dengan menentukan prioritas dan memudahkan proses perencanaan dengan menggunakan kertas yang disusun di tembok atau meja secara mudah tanpa detil teknis.

Bagan di bawah dapat memberikan gambaran lebih lanjut mengenai Epic dan User Story. 

 Ada beberapa hal yang perlu kamu ingat ketika membuat User Story yaitu 3C:

1.    Cards, tertulis dalam suatu kartu (dalam bentuk fisik atau digital seperti JIRA).

2.    Conversation, Product Owner dan pihak terkait akan melakukan diskusi mengenai User Story. Kamu bisa melihat contoh cara memformulasi sebuah User Story di bagian selanjutnya.

3.    Collaboration:  komunikasikan kepada semua pihak agar mereka mengetahui dan menyetujui tentang Acceptance Criteria dan User Stories

Siap untuk memformulasi sebuah User Story untuk pertama kalinya? Coba ikuti format ini:

Sebagai <tipe user>, saya ingin <tujuan> sehingga <alasan>.  

Sebagai pembeli, saya ingin mengetahui brand  dan tipe unit pada homepage sehingga saya bisa mencari motor dengan mudah”

Acceptance Criteria pada User Story tersebut ialah keberadaan tipe (unit type) dan merek (brand) motor sehingga pengguna (buyer) dapat mencari produk yang diinginkan saat browsing di halaman utama (homepage). Gimana? Nggak sulit kan?

Keuntungan menggunakan struktur tersebut ialah kita dengan mudah mengetahui apa yang diinginkan oleh pengguna dan membantu Product Owner dalam memprioritaskan Product Backlog.

Pastikan kamu ingat 3C, Acceptance Criteria, dan cara memformulasikan User Story, ya! Kamu juga membaca tentang User Story di sini dan ikut training-nya dengan mendaftar via E-mail ke ID.IT.Scrum.Master it.scrum.smaster@hcg.homecredit.net.