Page tree

Bagikan:  


Ayo kita pahami lebih dalam tentang Prinsip Agile lainnya!

Prinsip Agile merupakan landasan dari proses kerja Agile di Home Credit. Kami sudah berbagi tentang prinsip-prinsip Agile di artikel My Hub sebelumnya. Kali ini, kita akan menggali lebih dalam tentang prinsip-prinsip lainnya yang tentunya bermanfaat untuk dipelajari. Yuk langsung kita bahas!

Percakapan Tatap Muka

Metode paling efisien dan efektif untuk menyampaikan informasi ke dan di dalam sebuah tim pengembang adalah percakapan tatap muka.

Prinsip ini mungkin memiliki beberapa keterbatasan dengan lingkungan kerja saat ini apalagi selama pandemi, dimana rata-rata kita bekerja secara online dan bisa jadi diperlukan kolaborasi dengan tim lain dari berbagai negara. Tapi dengan adanya teknologi canggih yang sekarang kita miliki, percakapan tatap muka bisa diinterpretasikan sebagai “Sinkronisasi”, jadi antar anggota tim bisa dengan cepat berkomunikasi untuk menuntaskan pekerjaan tanpa harus bolak balik forward e-mail selama berhari-hari.

Software yang Berkerja

Software yang sedang dijalankan menjadi tolak ukur utama dalam sebuah pencapaian

Prinsip Agile dibentuk oleh tim pengembang IT; maka istilah yang digunakan memang lebih banyak berhubungan dengan bisnis pembuatan software. Tapi, dengan banyaknya tipe bisnis lain yang sudah mulai mengadopsi cara kerja Agile, kita juga bisa mengartikan software yang bekerja sebagai sebuah produk bisnis. Prinsip ini menekankan bahwa fokus utama kita haruslah untuk mengeluarkan produk yang dapat dijalankan dalam bisnis ketimbang menundanya demi perencanaan & dokumentasi yang sempurna. Kelebihan Agile adalah untuk mengartikan & mengeluarkan “Fitur Kelayakan Minimum” agar bisa mendapatkan feedback pelanggan dan menvalidasinya selagi kita terus mengembangkan produk tersebut.

Pengembangan yang Berkelanjutan

Proses Agile mendorong adanya pengembangan yang berkelanjutan. Pihak sponsor, pengembang, dan pengguna harus bisa terbiasa dengan ritme proses atau kerja yang cepat dan konstan.

Tim cenderung dapat terbebani dengan segala permintaan dari pengguna & jadwal peluncuran yang terbilang cepat. Terutama jika penentuan ekspektasi terlalu tinggi. Prinsip Agile menghargai kepercayaan antara pengguna bisnis, tim pengembang, dan komite manajemen. Ini mendorong tim pengembang untuk bekerja secara mandiri, terutama dalam menginformasikan estimasi pekerjaan mereka sehingga mereka tidak salah memberikan target terutama untuk apa yang mereka bisa dan tidak bisa kerjakan serta capai. Idenya adalah untuk menjaga nilai-nilai prinsipil dan meningkatkan keseimbangan antara pekerjaan serta kehidupan personal, untuk menghindari kelelahan di antara anggota dari berbagai tim.

Singkatnya, Prinsip Agile yang dibahas di atas menjelaskan tentang cara bekerja yang efektif antar tim dengan fungsi yang berbeda-beda untuk mengeluarkan produk unggul yang dikembangkan secara berkelanjutan.

Nantikan artikel lainnya tentang Prinsip Agile! Coming soon!