Page tree

Bagikan:  


Pelajari pentingnya faktor intangibles pada transformACTION Talk ke-2 kita! 

Apa yang dimaksud dengan intangibles

Kepemimpinan, Hubungan, dan Pengaruh adalah beberapa contoh dari faktor intangibles.

Bagaimana faktor-faktor tersebut mempengaruhi kesuksesan kita di tempat kerja?

Kami memulai bulan Oktober dengan Wiwik Wahyuni, Human Resources Director kami, dengan pertanyaan “Cerita apa yang ingin Anda tinggalkan?” dengan fokus utama pada Thinking Big, Entrepreneurship, dan People Centricity.

Bu Wiwik memulai dengan sharing pengalamannya ketika bergabung dengan Home Credit, dia menerima keluhan dari salah satu business leader (user) bahwa dia memiliki masalah yang besar dengan rekrutmen dan retensi, sementara di sisi lain bisnis memerlukan semakin banyak sumber daya manusia. Dia mengatakan tim HR tidak bisa memberikan solusi apapun selain mengatakan “Tidak”.

Bu Wiwik kemudian mendorong timnya untuk mendekati sebisa mungkin para user untuk benar-benar memahami kebutuhan mereka dan mengidentifikasi apa yang bisa dilakukan untuk memenuhi hal tersebut. Perubahan pendekatan sederhana itu, untuk lebih fokus pada berhubungan dengan user dibandingkan memecahkan masalah berdasarkan praktik / referensi terbaik, mengubah semuanya.

Pembelajaran utamanya adalah bahwa membangun hubungan dengan user adalah langkah pertama untuk memberikan dampak yang berarti. Sebuah dampak yang menjadi cerita bagus untuk dibagikan di masa depan.

Dalam TransformACTION Talk, kami selalu mendiskusikan mitos dan fakta dengan pembicara kami berdasarkan pemikiran dan pengalaman mereka. Inilah pengalaman Bu Wiwik:

  1. Hidup adalah tentang membuat dampak, bukan pendapatan → Fakta
    Bu Wiwik percaya bahwa hidup kita harus bermanfaat untuk sesama. Apakah kita memberikan dampak positif kepada orang lain, lingkungan atau di tempat kerja? Kita harus mulai dengan memahami diri kita sendiri, apa kekuatan kita? apa yang kita sukai? Kemudian kita bisa menggunakan kekuatan ini untuk membuat dampak. Mulailah sedikit-sedikit, lama-lama akan menjadi besar. Terus belajar agar kamu dapat meningkatkan pengaruh-mu. Karena hasrat kamu untuk melakukan sesuatu menciptakan dampak, dan dampak akan terus mengikuti-mu.

  2. Anda harus memiliki posisi untuk dapat mempengaruhi orang lain → Mitos
    Bu Wiwik percaya bahwa dengan memiliki visi dan keyakinan, kamu bisa menginspirasi orang lain. Tetapi jika kamu adalah seorang pemimpin yang menggunakan posisi (atau gelar) untuk mempengaruhi, orang akan tidak nyaman saat mengikuti-mu karena ketakutan. Dalam jangka panjang hasilnya tidak akan baik.

  3. Kecocokan antar manusia dibangun di atas persamaan → Mitos
    Kecocokan bersifat sementara dan bukan hanya perasaan saja. Yang paling penting adalah untuk kecocokan adalah kesamaan nilai. Misalnya dalam perekrutan, sebaiknya kita tidak menilai berdasarkan kecocokan / firasat, itulah alasan kita perlu melakukan Behavioral Interview.

Hubungan tidak memiliki wujud. Oleh karena itu, untuk memperkuatnya, kamu juga membutuhkan upaya yang tidak berwujud, seperti memberi dan menerima umpan balik. Memberi atau menerima umpan balik adalah salah satu cara untuk berkembang.

Namun, kamu mungkin merasa tidak nyaman ketika menerima umpan balik karena terkadang umpan baliknya negatif, tidak positif.

Kuncinya adalah untuk meminta umpan balik sebelum menerimanya. Idealnya, kamu dapat meminta umpan balik kapan saja, atau setidaknya sebelum mid-year dan year-end review.

Jika memimpin, mintalah umpan balik dari tim tentang bagaimana kamu memimpin mereka. Misalnya, apa yang berhasil dengan baik, apa yang harus kamu lakukan lebih banyak, kurangi, atau hentikan? Jika kamu meminta dan menerimanya secara teratur, kamu tidak akan terkejut, dan lebih menghargainya.

Jadikan kebiasaan. Tumbuh dengan umpan balik.

Sampai jumpa di trandsformACTION Talk berikutnya!