Page tree

Versions Compared

Key

  • This line was added.
  • This line was removed.
  • Formatting was changed.

...

Content Layer
background-color$whiteColor
id1159506937


Content Column
background-color$whiteColor
width68.0%
id1159506938


Content Block
background-color$whiteColor
border-radius0px
padding25px 20px 25px 0px
margin0px
border-width0px
id1159506940
classmyhub-article-content


Banyak masalah di dunia yang bisa terselesaikan jika kita bicara ke orang yang bersangkutan, bukan saling membicarakan satu sama lain.
Excerpt

Hindari kebiasaan ini di tempat kerja!

Memiliki hasrat itu wajar sebagi manusia, tapi terkadang ada hal-hal yang kadang bisa berbahaya. Salah satunya adalah bergosip di tempat kerja. Emang kenapa, sih?

Bergosip memang selalu menarik, tapi hal ini bisa menimbulkan tekanan antara teman kerja. Mulai dari berkurangnya kepercayaan hingga penurunan kredibilitas, ada banyak aspek negatif dari gosip di tempat kerja. Gosip juga bisa mengurangi  keterbukaan komunikasi yang jujur serta menurunkan budaya feedback dalam suatu organisasi.

Jadi, kita tahu kalau bergosip di tempat kerja itu buruk. Gimana cara menghindarinya?

1. Name it as it is

Saat membicarakan orang dari belakang, sebutlah apa adanya saja atau kasih label gosip. Jangan membenarkannya sebagai sesuatu yang lain hanya untuk mengkonfirmasi pengalamanmu dan bukan sebagai cara untuk mencari solusi atau kritik yang membangun. 

2. Tanya dirimu sendiri dan yang lainnya: kenapa kita bergosip?

Kamu nggak perlu konfirmasi orang lain tentang perilaku yang kamu lihat dari seseorang. Kalau hanya untuk membenarkan perasaanmu saja atau untuk mendukung sudut pandangmu, jangan bawa topik tentang orang lain dalam percakapanmu. 

3. Gunakan kebijakan “bilang ke mereka dulu” ke teman kerjamu

beritahu orang-orang tentang kebijakan ini. Saat seseorang mendekatimu dengan gosip tentang orang lain, tanya kalau mereka sudah berbicara dengan orang yang sedang dibahas untuk mengingatkan mereka. 

4. Ciptakan lingkungan yang kaya akan feedback

Semakin kamu membiasakan feedback, baik positif dan negatif, baik memberi atau menerima, semakin jarang orang-orang akan mencari cara lain untuk mengekspresikan kegelisahan dan kekhawatiran mereka.

Ikuti cara-cara di atas agar kamu bisa menghindari diri dari bergosip di lingkungan kerja.

Ingat! Gosip, rumor, skandal, ngomongin dari belakang, atau apapun sebutannya adalah cara komunikasi yang destruktif yang dapat merusak dinamika organisasi.

Yuk cari tahu lebih tentang sesi BOLTcast pertama kita tentang New Normal!

Banyak perubahan yang terjadi saat ini. Dari munculnya pandemi, pembatasan sosial, dan sekarang regulasi kenormalan baru yang akan datang. Bisakah kita menerima perubahan baru ini? Prinsip-prinsip apa yang bisa kita aplikasikan untuk beradaptasi? temukan jawabannya di BOLTcast.

Di tanggal 4 Juni, 2020 kita mengadakan sesi pertama BOLTcast. Sesi ini adalah kategori lainnya dari BOLT (Bits of Learning Today) seperti BOLT (self-learning module) dan BOLTRON (Bolt Sinetron) yang sebelumnya diadakan di bulan Januari 2020.  Platform ini membantu kita belajar kapanpun dan dimanapun.

Dengan BOLTcast, kita belajar tentang soft skill kurang dari sejam lewat pengalaman hidup teman kerja. Sesi pertama dibawakan oleh Noach Goethegara Z. (Lead Organization Capability & Culture) dan Yunita Gozali (SCRUM Master) bersama ST Wisnu Kumarajati (Head of Operation) sebagai pembicara yang bercerita tentang pengalamannya dengan Change Management. Wisnu cerita tentang pengalamannya yang beberapa kali mengalamai perubahan saat hal-hal berjalan lancar. Nah, supaya bisa beradaptasi dan memberikan hasil, ia mengikuti beberapa tahapan ini:

1. Terima Perubahan

  • Terima bahwa kamu enggak bakal merasa nyaman di awal. Tapi, kamu harus menghindari emosi dalam situasi dimana kamu harus membuat keputusan.
  • Berhenti sejenak agar kamu bisa memikirkan manfaat yang bisa kamu ambil dari pengalaman baru ini.

 2. Cari dukungan & jadi bagian dari perubahan

  • Coba jadi penyetir, jangan cuma jadi penumpang.
  • Jadi influencer dan penyetir perubahan – dengan ini kamu bisa lebih semangat dan nggak takut.
  • Selalu murah hati dan coba memberi nilai tambahan ke tim secepat mungkin.
  • Mulai dengan pertanyaan seperti “Apa yang bisa saya bantu?” jangan “Kamu bisa bantu saya?”
  • Konsistensi itu kunci. Kredibilitas nggak terbentuk dalam semalam.

 3. Fokus untuk Memberi Hasil

  • Ekspektasi stakeholder harus jadi prioritas. Karena itu, penting untuk selalu memastikan tujuannya tercapai.
  • Bicara ke atasan, ke atasannya atasan kita, dan teman kerjamu agar mereka paham.

Nasehat-nasehat yang bagus nih buat kita ikuti agar bisa beradapatasi dengan perubahan baru. Kalau kamu ketinggalan BOLTcast ini dan mau tahu lebih banyak tentang sesinya, jangan khawatir! Sekarang sudah bisa diakses di DIKA.

Klik di sini untuk menonton BOLTcast.

Dan kalau kamu ada pertanyaan atau cerita yang mau kamu bagikan, silakan kirim e-mail ke noach.tobing@homecredit.co.id.

Sampai ketemu di BOLTcast berikutnya!





Content Column
background-color$whiteColor
columnalternate
width32%
id1159506939


Content Block
background-color$lightGrayColor
padding0px
id1159506941
classmyhub-sidebar


HTML Wrap
idBoxTopArticles


HTML Wrap
classmyhub-sidebar-title myhub-block-title

Karyawan Kami

Children Display
pageKaryawan Kami
first3




Content Block
background-color$lightGrayColor
padding0px
id1081484792
classmyhub-sidebar


HTML Wrap
idBoxTopArticles


HTML Wrap
classmyhub-sidebar-title myhub-block-title

Berita

Children Display
pageBerita
first3




...