Page tree

Versions Compared

Key

  • This line was added.
  • This line was removed.
  • Formatting was changed.

...

Content Layer
background-color$whiteColor
id1159506937


Content Column
background-color$whiteColor
width68.0%
id1159506938


Content Block
background-color$whiteColor
border-radius0px
padding25px 20px 25px 0px
margin0px
border-width0px
id1159506940
classmyhub-article-content


Excerpt

Kita senantiasa mendengarkan pelanggan kita dan apa manfaat yang mereka rasakan selama menjadi pelanggan Home Credit. Yuk baca di sini!

Pelanggan kita adalah yang terpenting bagi bisnis Home Credit. Kita selalu ingin mendengar tentang kebutuhan dan feedback dari para pelanggan. Hal ini sejalan dengan nilai Customer Obsession sebagai bagian dari DNA perusahaan. Sejauh ini, para pelanggan kami telah banyak merasakan manfaat dari produk-produk Home Credit. Beberapa waktu lalu, kami berinisiatif untuk mengadakan sesi tanya jawab dengan pelanggan demi mencari tahu bagaimana pengalaman mereka dengan Home Credit. Yuk kita baca cerita pelanggan kita Abdul Halim, Aris Susanto, dan Anastasia Rosalin untuk tahu manfaat yang mereka dapatkan dari kita!

Kisah Pelanggan Home Credit

Abdul dari Denpasar

Di saat kita yakin dan kerja keras, pasti kita bisa temukan jalan untuk mencapai semua impian kita. Seperti Abdul, pelanggan setia yang sudah berbagi banyak cerita hidupnya bersama perusahaan kita. Dimulai dari upgrade HP lamanya di awal 2018 bersama Home Credit hingga mewujudkan impiannya untuk merenovasi rumah keluarga di kampungnya.

Ketika adiknya memutuskan untuk berkeluarga, keinginan Abdul untuk dapat memberi tempat yang lebih nyaman untuk adik dan orangtua tercinta semakin besar. Baginya, kemudahan pembiayaan dan proses yang cepat dari Home Credit dapat membantu Abdul di saat ia paling membutuhkan.

Aris dari Semarang

Namanya hidup pasti ada tantangan, dan seperti para pelanggan setia kita, mereka nggak takut untuk menghadapinya. Contohnya saja Aris, salah satu sobat yang terus semangat apa pun rintangannya.

Bermula dari membawa pulang HP baru incarannya lewat pembiayaan Home Credit di tahun 2017, dia telah berhasil mewujudkan satu per satu impiannya selama 4 tahun ini. Dia juga berlanjut ke upgrade laptop biar tetap semangat bekerja dari rumah sejak setahun terakhir hingga sukses mempercantik rumahnya dengan furnitur baru yang ia suka.

Bagi Aris proses pembiayaan yang nggak ribet, kemudahan mengontrol semua transaksi lewat aplikasi My Home Credit di HP, hingga banyaknya penawaran menarik selama ini sudah membuat dia nyaman untuk terus mengandalkan pembiayaan perusahaan kita.

Anastasia dari Yogyakarta

Meski keadaan di Indonesia masih tak menentu, penting bagi kita untuk terus semangat menjaga kesehatan. Salah satunya dengan mengurangi interaksi langsung di luar rumah seperti pelanggan kita, Anastasia, yang sudah setahun belakangan ini mengurangi penggunaan uang tunai dan beralih ke layanan Home Credit Pay.

Bagi Anastasia, kemudahan bertransaksi cukup dengan scan QRIS dari HP membuatnya nggak perlu lagi bertukar uang tunai. Bahkan, dengan banyaknya toko yang sekarang menyediakan layanan QRIS, ia tetap bisa memenuhi kebutuhan dapur, bayar tagihan dan keperluan toko kuenya.

“Menjadi pelanggan Home Credit telah memudahkan saya untuk belanja karena sekarang saya bisa cukup menggunakan handphone untuk bertransaksi.” ucap Anastasia.

Seperti yang bisa kita pelajari dari cerita di atas, pelanggan kami telah merasakan banyak manfaat dengan menggunakan produk-produk Home Credit. Terima kasih untuk para pelanggan! Yuk kita terus memberikan yang terbaik dan selalu mendengarkan feedback mereka

Tingkatkan keselarasan tim kamu dengan mengikuti tips-tips TransformACTION Talk!

Dari hasil survei Employee Health Check, ada satu pertanyaan tentang: “Apa tantangan yang dihadapi saat berkolaborasi dengan tim lain?” dan sebagian besar jawabannya adalah Alignment atau Keselarasan.

Apa yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan alignment dan cara mencapai keselarasan antar departemen? Untuk menjawab ini, kami mengadakan kembali TransformACTION Talk bertajuk: The North East West South Alignment.

Sesi ini mengundang Simran Soni (Chief Excellence Officer), Boy Tambunan (IT Development Sr. Manager) dan Jourghi Prasandha (Sr. UX Designer) sebagai pembicara, dipandu oleh Noach Tobing (Organizational Capability & Culture).

Saat berbicara mengenai keselarasan tim, kekhawatiran ini bisa muncul:

“Terkadang tim lain memiliki tujuan sendiri yang tidak sejalan satu sama lain.... Jadi ketika meminta sesuatu ke tim lain, mereka enggan melakukannya.”

“Terkadang prioritas yang tidak sinkron menyebabkan respon yang berbeda dalam kolaborasi”

“Kolaborasi dengan tim lain menjadi sulit karena masing-masing departemen memiliki wewenangnya sendiri.”

Pernahkah kamu mengalami situasi seperti ini? Apa yang harus kita lakukan?

1. Fokus pada hal yang mendasar.

  • Jika kamu adalah Individual Contributor, Pernahkah kamu bertanya mengapa?
  • Jika kamu adalah People Manager, apakah kamu pernah menanyakan dan menyampaikan pertanyaan mengapa?

Berusahalah untuk mengerti sebelum kamu ingin dimengerti.

  • Sebelum kamu meminta kejelasan kepada pihak yang berwenang, pertimbangkan “Pertanyaan efektif apa yang dapat saya ajukan untuk mendapatkan jawaban terbaik?” Tindakan ini dimaksudkan untuk membantu kita memberikan hasil yang diharapkan.
  • Informasikan "mengapa" ke tim, pertimbangkan masukan mereka, kekhawatiran mereka, aspirasi mereka, dan tantangan yang mereka hadapi. Orang-orang tidak akan peduli seberapa banyak yang kamu tahu sampai mereka tahu seberapa besar kamu peduli. Ini adalah perjalanan, butuh waktu untuk membangun hubungan dan bekerja sama.
  • Jika kamu seorang ExCo (Executive Committee), apakah kamu sudah memutuskan dan menyampaikan pertanyaan mengapa?

Transparansi adalah kuncinya. Sampaikan “mengapa” kita menyiapkan strategi seperti itu dan mengapa ini penting bagi organisasi.

2. Apa pola pikir yang tepat ketika kita bertanya “mengapa”?

  • Bertanya "mengapa" bukan berarti kamu menantang otoritas.

Hal ini menunjukkan bahwa kamu mencoba untuk selaras dengan orang lain. Ini bisa ditanyakan untuk manajermu, rekan kerja, anggota tim dan juga orang dari departemen lain.

  • Bertanya “mengapa” bukan berarti kamu akan dianggap sebagai orang yang kurang pengetahuan.

Jika ragu, tanyakan pada mereka. Perkembanganmu adalah perjalanan pribadimu. Jika kamu tidak mengajukan pertanyaan yang ingin kamu tanyakan pada saat itu, kamu tak adil terhadap diri sendiri dan perkembanganmu. 

3. Sebuah tim dengan kinerja baik akan selalu ada untuk satu sama lain, tanpa ego dan keuntungan pribadi.

5 orang yang bekerja sama, bisa disebut tim. Tapi 5 orang dengan tujuan, motivasi dan cita-cita yang sama justru yang akan mencapai puncak.

Jadi, apa saja poin utama yang bisa kita ambil dari sesi ini? Berikut adalah hal-hal yang dapat kamu lakukan dengan mempraktikkan North South East West (NSEW) Empathy ketika berhadapan dengan orang lain:

  1. Apa yang membuat mereka tergerak? Lihatlah kebutuhan mereka dari perspektif yang berbeda.
  2. Utara – Harapan manajer mereka, bagaimana hal itu mempengaruhi hubungan mu dan pekerjaan yang sedang kamu kerjakan?
  3. Selatan – Direct Report, kebutuhan apa yang dimiliki tim mereka dan bagaimana hal tersebut dapat menimbulkan potensi gesekan?
  4. West East – Rekan; peran apa yang dimainkan rekan-rekan mereka di tim. Apakah ada persaingan, apakah ada kesalahpahaman tentang kebutuhanmu?

Ikuti tips-tips dari sesi ini untuk meningkatkan alignment tim kamu!

Sampai jumpa di TransformACTION Talk berikutnya!





Content Column
background-color$whiteColor
columnalternate
width32%
id1159506939


Content Block
background-color$lightGrayColor
padding0px
id1159506941
classmyhub-sidebar


HTML Wrap
idBoxTopArticles


HTML Wrap
classmyhub-sidebar-title myhub-block-title

Karyawan Kami

Children Display
pageKaryawan Kami
first3




Content Block
background-color$lightGrayColor
padding0px
id1081484792
classmyhub-sidebar


HTML Wrap
idBoxTopArticles


HTML Wrap
classmyhub-sidebar-title myhub-block-title

Berita

Children Display
pageBerita
first3




...