Page tree

You are viewing an old version of this page. View the current version.

Compare with Current View Page History

« Previous Version 14 Next »

Bagikan:  


Yuk, cari tahu kenapa penting untuk menjadi sebuah organisasi yang Agile!

Selalu ada cara untuk meningkatkan produtivitas organisasi kita, salah satunya dengan Agile!

Kamu pasti sering dengar istilah ini! Nah, tapi apa itu Agile? Agile itu artinya bergerak secara cepat dan mudah.

Nah, yuk cari tahu fakta & mitos dari Agile di bawah yuk agar kamu tahu kenapa pentingnya mengimplementasikan Agila!


MitosFakta

Agile adalah MetodologiSebuah Pemikiran, Budaya & Perilaku untuk beradaptasi dan merespon secara cepat dalam menyelesaikan masalah.

Agile Dirancang untuk KecepatanAgile dirancang untuk bekerja cepat tapi Kualitas adalah hal utama. Seperti tertera di Manifesto, Agile lebih menghargai produk/hasil kerja. Dengan bekerja dalam iterasi kecil, Agile memastikan bahwa setiap langkah dipikirkan, ditinjau, dan diuji.

Agile Tidak Punya RencanaPerencanaan terperinci sangat penting untuk efektivitas Agile. Bentuk perencanaan bertahap Agile membatasi biaya awal di muka dan memungkinkan tim untuk beradaptasi lebih cepat pada perubahan (dengan persyaratan, prioritas, ruang lingkup, dll.)

Agile Kurang DisiplinAgile memang mempromosikan pengorganisasian-diri yang mengarah pada kesalahpahaman yang kesannya nggak ada proses atau aturan untuk diikuti. Metode agile seperti Scrum membutuhkan tingkat disiplin yang tinggi dengan menguraikan proses yang jelas dan serangkaian aturan yang harus diikuti. Dalam peran ini agile mempromosikan prinsip pengorganisasian-diri. Contohnya, tergantung pada tim bagaimana cara mereka mencapai hasil sprint.

Agile Kurang DisiplinAgile memang mempromosikan pengorganisasian-diri yang mengarah pada kesalahpahaman yang kesannya nggak ada proses atau aturan untuk diikuti. Metode agile seperti Scrum membutuhkan tingkat disiplin yang tinggi dengan menguraikan proses yang jelas dan serangkaian aturan yang harus diikuti. Dalam peran ini agile mempromosikan prinsip pengorganisasian-diri. Contohnya, tergantung pada tim bagaimana cara mereka mencapai hasil sprint.

Tidak Ada Dokumentasi dalam AgileDalam usaha pengembangan produk apapun, dokumentasi berperan sebagai pemetaan: hal ini menggambarkan bagaimana suatu sistem akan bekerja, apa yang akan dikandungnya, dan membantu menjaga tujuan masing-masing bisnis, pengguna, dan pengembang agar selaras. Agile bekerja dalam increments yang lebih kecil dan membuat user story guna mengendalikan prosesnya. Meskipun dokumentasi proyek mungkin tidak di satu tempat sepenuhnya, hal ini tetap dilakukan dan penting untuk kesuksesan pengembangan.

Agile Hanya untuk Pengembangan Software/IT

Metode Agile adalah cara yang spesifik untuk mencapai hasil. Meskipun baru digunakan oleh komunitas pengembang software di tahun 90an, agile tidak ada hubungannya dengan Pengembangan Software. Ada banyak contohnya di mana agile seringkali digunakan di luar Software dan bahkan di luar IT, seperti di Finance, Marketing & Sales, hingga Product Development.


Agile = Scrum Scrum adalah kerangka pekerjaan yang populer dimana pengembangan Agile dilakukan, tetapi ini tidak sama dengan Agile itu sendiri. Agile punya banyak program yang berbeda dan hybrid yang sama dengan Scrum dengan fitur dan manfaat yang beragam. Walaupun Scrum telah menjadi pilihan populer bagi banyak orang, tapi masih banyak lagi cara untuk melakukan pengembangan Agile yang bisa dipertimbangkan.

Agile Itu Cuma TrenMungkin Agile serasa seperti tren yang cepat tertiup angin, tapi ini mungkin terikat dengan kesalahpahaman lain tentang Agile: bahwa ini hal baru. Faktanya, Manifesto Agile pertama kali  diterbitkan di tahun 2001 dan pola Bahasa Scrum pertama kali diperkenalkan di tahun 1995. Metode lain sudah ada sejak tahun 1976!