Page tree

Bagikan:  


Intip perjalanan karir Simran dan Sylvia di sini!

Kami telah memposting pesan mereka untuk para calon pemimpin di halaman LinkedIn kami dan ada juga video "This or That" mereka di halaman YouTube kami. Tapi masih banyak loh yang bisa kita pelajari dari mereka! Penasaran bagaimana tepatnya para wanita inspiratif ini mencapai kesuksesan mereka? Pada artikel ini, kita akan menyelami lebih dalam perjalanan karir Simran Soni (Chief Excellence Officer) dan Sylvia Lazuarni (Chief Financial Officer)!

1. Mengapa Anda memutuskan untuk mengejar karir ini?

Sylvia: Tumbuh dengan kedua orang tua yang bekerja dan fokus pada pendidikan merupakan kunci dalam terjunnya aku ke dunia corporate. Filosofi ayah ku terus membuat aku maju tidak peduli berapa kali aku jatuh, bahkan sampai sekarang. Ini adalah kata-kata yang dia sampaikan ketika aku masih di sekolah menengah atas (SMA), cemas saat ujian masuk Universitas yang sebentar lagi: “Lakukan segala sesuatu dengan sepenuh hati sebaik mungkin, lalu berdoa, dan biarkan Tuhan yang melakukan sisanya – Apa pun yang seharusnya jadi milikmu, akan menjadi milikmu, selama kamu berusaha.”

Simran: Mungkin kedengarannya sangat tidak penting dan agak lucu, tetapi ketika aku masih di universitas, memiliki ponsel adalah hal yang hebat. Jadi saya meminta orang tua saya untuk dibelikan benda tersebut mengatakan saya membutuhkannya. Seperti yang akan dilakukan oleh orang tua baik lainnya, mereka menolak dan berkata bahwa aku tidak memerlukannya. Namun, itu adalah sesuatu yang sangat aku inginkan, jadi aku meyakinkan orang tua ku untuk mengizinkan aku bekerja selama enam bulan dan menabung agar punya cukup uang untuk membeli ponsel dan mereka setuju. Terus lah berkembang dari situ, 6 bulan itu berubah menjadi 20 tahun sampai hari ini.

2. Apakah tantangan yang Anda hadapi dalam perjalanan menuju kesuksesan?

Sylvia: Ada banyak sekali tantangan,tentunya. Salah satu yang tersulit adalah ketika aku berusia sekitar 27 tahun dan dikaruniai seorang bayi laki-laki tampan, Alvaro -- bergulat antara karir saya, dunia baru sebagai seorang ibu, dan perasaan bersalah karena tidak fokus pada satu atau yang lain bukanlah hal yang mudah. Tapi aku rasa pada saat itu aku belajar tentang cinta yang kuat dan mengubah pola pikir ku: menjadi ibu yang bekerja bukan berarti aku tidak mencintai anakku -- itu berarti anakku pantas mendapatkan yang terbaik dari aku, dan aku yang terbaik adalah saat merasa senang dan produktif. Sejak saat itu, suasananya berbeda. Aku ingin menjadi versi terbaik dari diri ku, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk membuat Alvaro bangga. Saya ingin dia tumbuh menjadi pria yang baik yang mengerti bahwa wanita tidak harus memilih, mereka bisa menjadi ibu paling hebat dan terbaik dalam segala hal yang mereka sukai.

Simran: Aku tidak akan sebut ini tantangan-- tapi aku akan anggap sebagai perubahan. Selama pertumbuhan karir kamu, ada banyak perubahan yang diperlukan tentang bagaimana kamu menangani situasi yang berbeda, rekan kerja adalah salah satunya. Aku telah bekerja melalui berbagai peran selama 20 tahun dan dengan setiap peran, ada perubahan yang dibutuhkan. Salah satu perubahan terbesar yang aku alami adalah pindah ke negara lain sendirian dan jauh dari teman dan keluarga.

3. Apakah dukungan yang Anda terima selama perjalanan karir ini dan bagaimana mereka membantumu?

Sylvia: Aku selamanya bersyukur karena memiliki dukungan luar biasa dari orang tua ku, yang selalu menjadi pendukung terbesar aku dalam hidup. Selain itu, aku memiliki beberapa mentor inspiratif yang tidak hanya aku pelajari keterampilan teknis dan kepemimpinannya, tetapi juga ketabahan, kerendahan hati, pentingnya memelihara jaringan, dan keberanian. Ini tak ternilai harganya, karena semua merupakan pengalaman kehidupan nyata mereka, bukan teori.

Simran: Keluargaku adalah landasan perjalananku, aku adalah aku hari ini karena kebebasan dan dukungan yang mereka berikan kepadaku sepanjang hidupku dan terus melakukannya. Aku telah mengambil beberapa keputusan dalam hidupku yang tidak konvensional, dan aku tidak akan mampu melakukannya tanpa dukungan keluargaku. Teman dekatku memastikan aku tetap membumi dan rendah hati. Mentorku di berbagai tahapan karirku telah membantu aku membuat keputusan, mengidentifikasi kekuatanku memberi aku kesempatan untuk tumbuh, dan bekerja denganku saat aku belum tahu semua hal.

4. Apa aktifitas yang Anda lakukan saat tertekan/ penat?

Sylvia: Selalu Work SMART and Play HARD! Mengetahui kapan kamu perlu istirahat adalah kuncinya, baik yang pendek atau bahkan yang lebih lama. Bagi aku, yang singkat bisa sesederhana 15 menit waktu aku di ruang kantorku, menikmati Cold Play sambil menyeruput kopi yang enak, girls night TGIF yang penuh tawa, atau Sabtu sederhana dengan Alvaro sambil menonton film. Tapi di sana-sini, yang lebih lama diperlukan, penghargaan diri untuk memulihkan energi: Apa yang terbaik bagi aku adalah pergi jauh ke laut atau pergi ke tempat-tempat baru dengan orang-orang favoritku. Bagian terpenting adalah JEDA saat dibutuhkan, BERJALAN jika berlari tidak mungkin, tapi jangan pernah BERHENTI dan MENYERAH.Simran: Kadang-kadang, mematikan HPku dan tidur siang yang lama atau bermain dengan anjingku adalah cara terbaik untuk bersantai. Aku banyak membaca dan terkadang menonton serial di Netflix juga.

5. Pesan dan kata-kata penyemangat bagi mereka yang sedang dalam perjalanan untuk mencapai kesuksesan!

Sylvia: Sukses adalah kata yang sangat besar, kata itu bisa memiliki arti/standar yang berbeda untuk orang yang berbeda. Jadi, pesan saya adalah untuk fokus pada pertumbuhan diri sendiri. Teruslah menerima tantangan baru, karena itu akan memaksa kamu untuk belajar banyak hal baru, bertemu orang 

baru, dan menjadi KAMU YANG PEMBERANI. Kemudian ulangi siklus itu berulang-ulang, maka kamu akan selalu relevan dan jika aku mengutip Henry Ford, semoga awet muda juga.

“Henry Ford: Siapa pun yang berhenti belajar sudah tua, baik pada usia dua puluh atau delapan puluh tahun; Siapa pun yang terus belajar, tetap muda.”

Simran: Ada saatnya kamu akan jatuh. Bangun saja, buat kesalahan, belajar darinya, dan jadilah diri sendiri. Kamu harus memahami bahwa kamu tidak mengendalikan segalanya – Kamu harus melakukan yang terbaik dengan setiap kesempatan.yang ada. Jangan ada penyesalan dalam hidup.

Bagaimana menurutmu? Apakah kamu terinspirasi? Semoga jalanmu menuju kesuksesan selalu lancar dan cerah. Yuk tunggu kisah Epivania Galag (Chief Legal & Compliance Officer) dan Wiwik Wahyuni (Human Resources Director)!