Tim yang terhebat dimulai dari dirimu sendiri! Apa tuh artinya? Cari tahu di sini!

 Saat termenung disela-sela bekerja, mungkin kita pernah bertanya pada diri sendiri:

“Apakah saya sudah memberikan kontribusi yang bernilai kepada perusahaan tempat saya bekerja? Apakah tim saya sudah cukup memberikan prestasi yang membanggakan? Atau mungkin, apakah saya layak menjadi bagian dari suatu tim? Dan bagaimana caranya agar saya bisa menjadi bagian dari “The Great Team”?

Nah, DNA Power UP! kali ini mengambil tema You, Makes a Great Team! bersama dua tamu istimewa, Leo Tiofan Justicia (Digital Banking Solution Developer -Tech Lead di Jenius) dan Pratama Agus Nugroho (Digital Growth Marketing Manager) membagikan pengalaman tentang tantangan yang pernah dihadapi oleh tim mereka dan apa arti “Great Team” menurut mereka, Yuk kita dengar cerita mereka!

Cerita Leo : Menyatukan Ide Secara Konstruktif

Leo Tiofan Justicia (Leo) adalah Technical Lead di salah satu tim Jenius. Dia berkontribusi dan bertanggung jawab dalam mengembangkan dan memastikan produk yang digunakan oleh pelanggan berfungsi dengan baik.

Sebagai pemimpin di timnya saat ini, Leo sering menghadapi situasi di mana suatu produk yang sedang dikembangkan menjadi prioritas perusahaan dan perlu diselesaikan dalam waktu singkat. Tantangan besar yang ia rasakan dengan kondisi itu adalah menyatukan pendapat dari masing-masing tim yang bervariasi disertai keterbatasan dari jumlah orang yang menyelesaikannya.

Untuk mengatasinya, Leo berkumpul bersama tim dan melakukan Design Matrix untuk menyusun langkah efektif yang perlu dilakukan. Dengan itu, para anggota tim turut berkontribusi memberikan ide demi menentukan keputusan terbaik bagi produk yang dikembangkan.

Cerita Tama : Menyampaikan Visi

Pratama Agus Nugroho (Tama) adalah salah satu anggota dari tim Digital Marketing, yang merangkap sebagai Product Owner - Website dan anggota dari stream Retention – Digital CRM.

Tantangan dalam perjalanan karir Tama bahkan sudah dimulai sejak ia pertama kali bergabung di Home Credit Indonesia. Memiliki latar belakang pengalaman non-teknis (Digital Marketing), dia dipercaya untuk bergabung dalam tim Website yang mengadaptasi cara kerja Scrum.

Tak lama sejak ia bergabung di tim tersebut, Tama yang masih minim pengalaman untuk mengembangkan produk kemudian menjadi Product Owner. Walaupun berhadapan dengan ekspektasi tinggi dari manajemen untuk menghasilkan produk yang baik, dia sadar peran seorang Product Owner adalah untuk mengkomunikasikan visi seperti “Kenapa kita melakukan ini? Kenapa produk ini harus ada?”, agar tim dapat merasakan bahwa kontribusi mereka bernilai dan sejalan dengan target perusahaan yang ingin dicapai.

Sesi Tanya Jawab:

Boleh tahu bagaimana caranya “click” dengan tim? Karena sebagai leader, banyak komplain dari tim yang berujung ke ranah individual padahal seharusnya profesional?

Leo: Nggak ada rumus pasti untuk dapat “Click” dengan tim, tapi hal yang bisa dicoba adalah menjadi lebih terbuka dan menyesuaikan diri dengan anggota tim.. Kalau terkait ranah personal/professional, setuju ada ranah personalnya. Karena kita nggak bekerja seperti robot. Jadi kita harus punya kedekatan secara emosional namun tetap ada batasan pada umumnya.

Tama: Benar seperti kata Leo, nggak ada jawaban yang pasti. Berdasarkan pengalaman, kita bisa memulai untuk mendekatkan diri kepada mereka dan mengobrol satu sama lain secara personal dengan masing-masing anggota tim. Bertanya tentang hobi misalnya, untuk dapat lebih mengenal karakter tim, dan perlahan coba berdiskusi tentang visi pekerjaan kita. Nggak masalah untuk memulai obrolan di luar jam kerja tentang topik di luar kerjaan. Hal ini dapat membuat tim merasa nyaman untuk bekerja bersama dan jadi tim yang efektif.

Berbicara tentang “Sense of Ownership” Apa yang bisa dilakukan untuk menerapkan hal ini di dalam tim?

Tama: Untuk “Sense of Ownership” bisa dimulai dari diri kita sendiri. Kita harus menunjukan bahwa kita yakin produk kita ini memberi nilai dan bermanfaat bagi pelanggan, sehingga kita bisa menularkan kepercayaan ini kepada anggota tim. Pengalaman saya di tim website pada saat itu kami melihat produk pesaing, dan itu memancing rasa penasaran anggota tim dan kemudian tergerak untuk mengeksplorasi dan memunculkan ide-ide baru yang lebih baik.

Jadi kita bisa mencoba memberikan tantangan kepada tim dengan pertanyaan relevan tanpa memberikan komando melulu saat bekerja. Perlahan “sense of ownership” akan muncul pada diri mereka. Kita harus menantang tim dengan tujuan yang baik.

Leo: Untuk menambahkan “Sense of Ownership” pada anggota tim, salah satu poin penting adalah melibatkan mereka mulai dari perencanaan pekerjaan. Ketika anggota tim lebih dilibatkan sejak inisiasi produk – produk yang di kembangkan, mereka akan lebih terpapar dengan visi dan nilai yang ingin dicapai.

Lalu, apakah definisi “Great Team” menurut kamu?

Leo: Sekumpulan orang yang bergerak dan bekerjasama sebagai sebuah kesatuan, memiliki tujuan yang sama dan saling berusaha untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Tama: Kombinasi antara strong leadership, communication between team, access to good resources menjadi suatu kolaborasi yang produktif. Jadi tim enggak di bangun dari satu unsur aja.

Bagi kamu yang belum bisa ikut, yuk lihat webinarnya di sini.

Sampai jumpa di sesi DNA Power-UP berikutnya!








Acara






Kami Peduli